Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis (29/10) dibuka negatif, terpantau turun 0,48% pada 4586.65.
Pelemahan IHSG terpengaruh keputusan The Fed yang mepertahankan suku bunganya dan menyatakan dimungkinkannya suku bunga dinaikkan bada bulan Desember tahun ini. Keputusan ini menguatkan dollar AS, sehingga investor asing menarik dana dari bursa untuk berinvestasi di dollar AS. Tercatat pagi ini dana asing yang keluar lebih dari 131 miliar rupiah.
Pagi ini terpantau 47 saham menguat dan 117 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 600 juta lot saham dengan nilai mencapai sekitar 661 miliar rupiah, dengan frekuensi perdagangan 38900 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG mencoba keluar dari tekanan dengan harapan sntimen positif penguatan bursa global paska pengumuman The Fed mempertahankan suku bunganya dan optimisme penguatan ekonomi Indonesia setelah kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan 18 kerjasama dan deal bisnis senilai 20,075 miliar dollar AS. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4517-4482 dan kisaran Resistance 4570-4600.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), pada kuartal III-2015 mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada laba bersih sebesar 9,5% menjadi Rp.13,37 triliun atau Rp.542 per saham dari Rp.12,21 triliun atau Rp.495 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Sedangkan pada total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat pertumbuhan yang meningkat sebesar 13,9% menjadi Rp.34,4 triliun bila dibandingkan pada tahun 2014 yang hanya memperoleh Rp.30,2 triliun.
Sampai dengan akhir September 2015, Aset BBCA tercatat sebesar Rp.573,17 triliun adanya peningkatan sebesar 5,61% bila dibandingkan tahun 2014 yang hanya memperoleh Rp.542,72 triliun. Sedangkan utang perseroan meningkat dari Rp.468,95 triliun menjadi Rp.489,42 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (28/10/15) saham BBCA mengalami penurunan 0,55% dibuka pada level 13.425 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 13.575 dan bergerak dalam kisaran 13.425 – 13.725 dengan volume perdagangan saham mencapai 10.391.900 lot  saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBCA sejak awal Oktober mengalami tren kenaikan. Terpantau indikator MA bergerak naik dan  indikator Stochastic masih bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang turun tipis, menunjukan pergerakan BBCA dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBCA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBCA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp13350 hingga target resistance di level Rp13650.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT XL Axiata Tbk (XL) pada Selasa (26/10) mengumumkan pelunasan dipercepat atas pinjaman dari
Royal Bank of Scotland (RBS) sebesar USD 100 juta. Percepatan pelunasan pinjaman ini dilakukan seiring dengan proses pencairan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.
Presiden Direktur XL, Dian Siswarini menyatakan merupakan konsekuensi perusahaan menghadapi
kondisi perekonomian global yang terjadi, termasuk mengatasi pinjaman dalam mata uang asing. Dengan penyelesaian semua pinjaman dalam US Dollar yang tidak dihedge, EXCL berharap beban perusahaan menjadi berkurang, dan dapat mendukung kinerja XL ke depan.
Apa yang dilakukan EXCL tersebut merupakan langkah proaktif mengurangi resiko nilai tukar mata uang asing. Dengan melakukan percepatan pelunasan hutang dan konversi ke mata uang rupiah, maka menyelesaikan keseluruhan portofolio hutang eksternal XL dalam US Dollar yang tidak diberikan fasilitas lindung nilai. Langkah XL ini merupakan bagian dari Agenda Transformasi perusahaan tersebutyaitu secara proaktif memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan yang mencakup pengurangan resiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Untuk pergerakan sahamnya di bursa perdagangan saham pada hari Rabu (28/10/15) saham EXCL saat ini mengalami penurunan 1,69% pada level 3195 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 3250 dan volume perdagangan mencapai 777.400 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham EXCL sejak awal Oktober terlihat terus mengalami pergerakan naik. Terpantau indikator MA masih bergerak naik dan  indikator Stochastic  bergerak di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan EXCL sideways cenderung melemah. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju EXCL masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan EXCL. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp3100 hingga target resistance di level Rp3250.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membukukan laba bersih kuartal III/2015 sebesar Rp.1,38 triliun dan mengalami kenaikan sebesar 30,5% bila dibandingkan pada tahun 2015 yang hanya sebesar Rp.1,06 triliun. Perseroan juga membukukan penjualan kotor sebesar Rp.12,1 triliun yang tumbuh sebesar 10,2% bila dibandingkan pada tahun lalu yang hanya Rp.10,98 triliun. Sedangkan untukpendapatan bersih Perseroan mencapai Rp.6,81 triliun, yang berarti meraih peningkatan sebesar 12,8% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp.6,03 triliun.
PT Matahari Department Store Tbk konsisten menjalankan strategi utama perseroan dengan terus menyediakan produk yang fashionable dengan nilai lebih kepada konsumen. Selain itu sasaran untuk pasar kelas menengah terus menjadi sasaran bagi Matahari karena terbilang memiliki daya beli yang tinggi.
Hingga saat ini Matahari telah memiliki 140 gerai di 66 Kota di Indonesia, termasuk diantaranya 9 gerai baru yang akan dibuka pada kuartal III/2015. Gerai baru ini akan dibuka di Singkawang (Kalimantan Barat), Baubau (Sulawesi Tenggara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Karawang (Jawa Barat), Yogyakarta, Manggarai, Blok M (Jakarta), Bekasi dan Mataram (Nusa Tenggara Barat)
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (28/10/15) saham LPPF dibuka pada level 18025 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 18025 dan volume perdagangan sudah mencapai 2,3 juta lot saham dengan pergerakan di kisaran 16600-18025.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LPPF sejak awal bulan September mengalami pergerakan sideways. Terpantau indikator MA mulai bergerak naik tipis. Selain itu indikator Stochastic  masih bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik tipis dengan +DI yang juga bergerak turun tipis yang menunjukan pergerakan LPPF dalam potensi sideways cenderung melemah. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp16800 hingga target resistance di level Rp 17150.
Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Dengan semakin menggeliatnya proyek pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur, membuat PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) optimis akan target penjualan sebesar 14 juta ton sampai dengan akhir tahun 2015 akan tercapai. Hal ini terlihat dari penjualan bulanan Perseroan yang terus meningkat bahkan sampai dengan bulan Oktober 2015 untuk penjualan semen sudah mencapai 85% dan sampai dengan akhir tahun 2015 ini target penjualan semen Gresik sebesar 14 juta ton.
Melihat kinerja keuangan perusahaan tersebut, Sepanjang Semester I/2015 SMGR hanya berhasil peroleh laba bersih sebesar Rp. 2,19 triliun atau Rp.368 per saham, keuntungan ini  menurun sebesar 20,36%  bila dibandingkan Rp2,72 triliun atau Rp.464 per saham pada periode yang sama tahun 2014.
Adapun penurunan laba tersebut disebabkan berkurangnya pendapatan pokok perusahaan dari Rp.12,89 triliun menjadi Rp. 12,64 triliun, selain itu  peningkatan  beban pokok perseroan dari Rp.7,15 triliun menjadi Rp.7,63 triliun demikian juga utang yang meningkat dari Rp. 9,21 triliun menjadi Rp. 9,50 triliun pada Semester I 2015
Untuk pergerakan sahamnya sendiri dilantai bursa (28/10), saham SMGR dibuka pada 10.250 dan kini saham bergerak 10.250-10.325 mengalami penurunan sekitar 0,48% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMGR sejak awal bulan Oktober mengalami pergerakan naik, namun di pekan terakhir Oktober terus terkoreksi negatif. Terpantau indikator MA terus bergerak naik. Selain itu indikator Stochastic  bergerak menuju area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik tipis didukung oleh +DI yang bergerak turun menunjukan pergerakan SMGR dalam potensi menurun namun berupaya berbalik rebound dari tekanan menunggu sentimen positif yang mendukung kenaikannya. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp10200 hingga target resistance di level Rp 10400.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu (28/10) kembali negatif, turun 0,55% pada 4658.50.
Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa Wall Street pada penutupan dinihari tadi karena buruknya data durable goods dan penantian pengumuman suku bunga The Fed dinihari nanti. Sementara bursa Asia dibuka mixed terpengaruh pelemahan bursa Wall Street.
Sementara dari dalam negeri, investor masih mencerna hasil kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan kesepakatan bisnis yang akan ditandatangani sebesar 20,25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 275,4 triliun.
Pagi ini terpantau 45 saham menguat dan 84 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak 428 juta lot saham dengan nilai mencapai sekitar 575 miliar, dengan frekuensi perdagangan 11900 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan mencoba keluar dari tekanan dengan harapan penguatan bursa global dan sentimen positif dari dalam negeri terkait paket kebijakan ekonomi tahap V dan hasil kesepakatan bisnis dari kunjungan Presiden okowi ke AS. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4600-4568 dan kisaran Resistance 4677-4715.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Selasa (27/10) terkoreksi turun sebesar 0,38% persen ke posisi 4674,05. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup turun 0,3% ke level 810,7. Sepanjang perdagangan IHSG sebelumnya  sempat menyentuh level terendah 4624 dan level tertinggi 4674.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak negatif melanjutkan pelemahan sebelumnya . Secara teknikal ada dukungan IHSG lanjutkan kenaikan , diperkirakan akan di kisaran support 4607-4641, dan resisten 4691-4707. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : LPPF, LPKR, MNCN dan ASRI.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Senin  (26/10) berhasil pertahankan bullish dengan kenaikan  sebesar 0,8% persen ke posisi 4691,7. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup naik 1% ke level 812,8. Sepanjang perdagangan IHSG sebelumnya  sempat menyentuh level terendah 4675 dan level tertinggi 4696.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak positif namun pergerakan terbatas . Secara teknikal ada dukungan IHSG lanjutkan kenaikan , diperkirakan akan di kisaran support 4666-4679, dan resisten 4700-4709. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : AUTO, BMRI, BBRI dan INCO.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens