Bank Bukopin Cari Dana 2 Triliun Dengan Obligasi, Laju Saham BBKP Kejar Resistance Terdekat


Emiten perbankan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) dikabarkan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin sebanyak-banyaknya Rp2.000.000.000. Sementara untuk tahap pertama perseroan akan menerbitkan Obligasi subordinasi berkelanjutan II Tahap I senilai Rp1.000.000.000.000. Dana hasil penerbitan obligasi subordinasi berkelanjutan ini akan digunakan untuk pengembangan pembiayaan perseroan.

Adapun obligasi ini memiliki jangka waktu tujuh tahun dimana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 30 September 2015. Masa penawaran awal dilakukan pada 28 Mei-10 Juni 2015 dan masa penawaran akhir pada 24 dan 25 Juni 2015 dengan pencatatan di BEI pada 1 Juli 2015. Pefindo memberikan peringkat idA- untuk obligasi ini.

Sepanjang 2014, BBKP membukukan laba bersih sebesar Rp700 miliar atau turun 22,24 persen dari posisi Rp900 miliar di akhir 2013. Kinerja tersebut tertekan oleh akibat biaya dana (cost of fund) yang meningkat sekitar 31 persen dari periode sebelumnya, seiring dengan ketatnya suku bunga. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi makroekonomi global yang kurang baik serta ketatnya likuiditas perbankan yang bisa dilihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan yang turun dari 85,8 persen di 2013 menjadi 83,89 persen.

Sementara pendapatan bunga perseroan tumbuh 19,22 persen menjadi Rp 7,1 triliun dan fee based income juga meningkat 20,25 persen menjadi Rp 945 miliar. Adapun total aset BBKP hingga 31 Desember 2014 menjadi Rp 79,1 triliun atau tumbuh 13,81 persen dari periode sebelumnya. Posisi ekuitas perseroan menjadi Rp6,8 triliun di 2014, atau naik 9,79 persen dari posisi Rp6,2 triliun di akhir 2013.

Dari kinerja fungsi intermediasi, sepanjang 2014 Bukopin berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 55,3 triliun tumbuh 14,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,14 persen menjadi Rp 65,4 triliun selama 2014. Angka tersebut berasal dari deposito berjangka yang melonjak 26,08 persen menjadi Rp 41,1 triliun, tabungan yang kenaikannya mencapai 8,14 persen menjadi Rp 15,4 triliun dan giro sebesar Rp 8,9 triliun atau turun 0,93 persen dari tahun sebelumnya. Sampai dengan akhir Desember 2014, posisi Capital Asset Ratio (CAR) perseroan adalah 14,21 persen, Net Interest Margin (NIM) 3,70 persen, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 88,27 persen.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (28/5/15) saham BBKP dibuka pada level 715 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 715 dan bergerak dalam kisaran 705 – 715 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,20 juta lembar saham.  

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBKP sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami tekanan tajam namun saat ini dalam upaya pertahankan tren konsolidasi. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola Inverted Hammer menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BBKPT dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBKPT masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBKPT. Rekomendasi Trading pada target level resistance di level Rp770 hingga target support di level Rp690.





Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar