Beban Keuangan MNCN Awal Tahun Membengkak


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp888,61 miliar atau sebanyak 50% dari perolehan laba bersih tahun buku 2014 yang mencapai Rp1,76 triliun. Selain membagikan dividen, perseroan juga mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk dana cadangan guna memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, MNCN harus puas membukukan laba bersih sebesar Rp 309,12 miliar pada kuartal pertama tahun ini atau menurun 25,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 414,70 miliar. Hal ini disebabkan oleh kerugian kurs mata uang asing yang dialami perseroan sebesar Rp 142,79 miliar dibandingkan awal tahun sebelumnya dimana perseroan mencatat keuntungan kurs sebesar Rp 7,02 miliar.

Selain itu, beban keuangan MNCN tercatat membengkak sebesar 406,49% menjadi Rp 44,42 miliar dari yang sebelumnya sebesar Rp 8,77 miliar. Meskipun demikian, pendapatan usaha MNCN mengalami peningkatan sebesar 1,34% menjadi Rp 1,51 triliun dibandingkan periode awal tahun lalu sebesar Rp 1,49 triliun. Adapun laba kotor MNCN meningkat 2,75% menjadi Rp 795,72 miliar dari yang sebelumnya Rp 774,35 miliar.

Sementara itu, nilai laba per saham dasar MNCN mengalami penurunan sebesar 29,23% menjadi Rp 19,97 per saham dibandingkan awal tahun lalu yang mencapai Rp 28,22 per saham. Total aset MNCN hingga Maret 2015 mencapai Rp 14,24 triliun, naik 4,70% dari periode Desember tahun lalu sebesar Rp 13,60 miliar.

Di sisi lain, ROA dan ROE MNCN pada kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan dibandingkan kuartal awal tahun lalu dimana ROA pada awal tahun ini menjadi 3,12% dibandingkan awal tahun lalu yang mencapai 4,07% dan ROE pada awal tahun ini menjadi 4,54% dibandingkan awal tahun lalu yang mencapai 5,90%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan MNCN pada awal tahun ini kurang begitu baik dibandingkan awal tahun sebelumnya.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (21/5/15) saham MNCN dibuka pada level 2,230 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,230 dan bergerak dalam kisaran 2,205 – 2,275 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,97 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MNCN sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami tekanan tajam namun saat ini dalam upaya mencari titik tumpu. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan MNCN dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju MNCN masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan MNCN. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp2750 hingga target support di level Rp2050.







Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar