GJTL Buyback Sahamnya Kembali Untuk Simpanan, Jaga Momentum Rebound


PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berencana melakukan pembelian kembali sahamnya maksimal 348.226.000 saham atau 9,99 persen dari seluruh saham perseroan. Adapun perseroan akan meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham pada 29 Juni 2015 mendatang.
Sebagai informasi, sebelumnya perseroan sudah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 0,1 persen atau 254.000 saham. Perseroan menyediakan maksimal sebesar Rp425.000.000.000. Saham-saham yang sudah dibeli kembali rencananya akan disimpan untuk jangka waktu tiga tahun lebih, dan setelah periode itu perseroan sewaktu-waktu bisa menjual kembali.
Sepanjang kuartal pertama 2015, GJTL mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp290,22 miliar atau alami perlambatan dibanding periode sama tahun 2014 yang membukukan laba bersih Rp340,13 miliar. Adapun kinerja tersebut tertekan oleh penjualan bersih yang turun menjadi Rp3,07 triliun di kuartal pertama 2015 dibanding kuartal pertama 2014 dengan penjualan Rp3,2 triliun.
Sementara pada pos beban pokok penjualan, perusahaan membukukan Rp2,52 triliun di kuartal I 2015, turun dibanding Rp2,63 triliun di kuartal I 2014. Penurunan juga tercatat pada pos laba kotor menjadi Rp550,53 miliar sepanjang 3 bulan pertama tahun ini, bila dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp564,61 miliar. Rugi beban penjualan yang tercatat naik menjadi Rp226,72 miliar serta kerugian kurs mata uang asing bersih yang mencapai Rp256,27 miliar di kuartal I 2015, membuat perusahaan membukukan rugi sebelum pajak Rp354,98 miliar dibanding laba sebelum pajak kuartal I 2014 Rp475,7 miliar.
Perusahaan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp290,22 miliar, menurun bila dibandingkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp340,13 miliar. Sementara rugi per saham dasar di kuartal I 2015 mencapai Rp83, dibanding laba per saham dasar Rp98 di kuartal I 2014.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (21/5/15) saham GJTL dibuka pada level 1,070 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,055 dan bergerak dalam kisaran 1,060 – 1,140 dengan volume perdagangan saham mencapai 8,1 juta lembar saham.    
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham GJTL sejak awal bulan Desember telah mendapatkan tekanan yang cukup tajam dan menekan ke level support namun saat ini terlihat dalam upaya rebound teknikal, terpantau indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh -DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan GJTL dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju GJTL masih akan dalam rebound terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan GJTL. Saat ini level support berada pada Rp935 hingga resistance Rp1250.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar