IHSG Dibuka Cenderung Flat, Investor Cermati Langkah Suku Bunga Acuan




Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (19/5) indeks tercatat dibuka turun 0.02 persen ke level 5,236.90. Sebanyak 27 saham menguat, 52 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali

Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Konsumer dan Agrikultur yang masing-masing turun sebesar 0.3 dan 0.25 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain BBRI, ASII, TLKM, INDF dan BSDE.

Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi diprediksi bergerak dalam tekanan ditengah pergerakan mix bursa global yang tengah mencermati suku bunga AS. IHSG juga harus mewaspadai tekanan oleh sentiment negative pelemahan rupiah. IHSG juga tengah menanti rilis data suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). Investor lokal diprediksi akan memanfaatkan koreksi tajam di akhir bulan April Sebagai momentum akumulasi pembelian saham murah.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik melaporkan neraca perdagangan RI pada April 2015 mencetak surplus 454,4 juta dollar AS, terdiri dari ekspor sebesar 13,08 miliar dollar AS dan impor sebesar 12,63 miliar dollar AS. Secara kumulatif Januari-April 2015, neraca perdagangan RI mengalami surplus perdagangan sebesar 2,77 miliar dollar AS, terdiri dari total ekspor sebesar 52,14 miliar dollar AS dan impor senilai 49,36 miliar dollar AS.

Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.000-5.050, dan resisten 5.250 – 5280. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham ITMG, INCO, BSDE dan SSMS.






Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar