IHSG Dibuka Lanjutkan Pelemahan, Rupiah Masih dalam Tekanan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan hari ini (26/5/15) tercatat mengalami pelemahan sebesar 0.5% ke level 5,288. Adapun indeks LQ 45 tercatat turun 0.61% ke level 920. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5.285 dan level tertinggi 5,311.
Pada hari ini sebanyak 7.94 miliar saham diperdagangkan senilai Rp4.83 triliun dan dengan intensitas sebanyak 184.262 kali. Dari saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 154 saham menguat, 148 saham melemah, dan sisanya stagnan. Dari indeks sektoral, semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor Aneka Industri dan perdagangan yang masing-masing melemah sebesar 0.79% dan 0.64%. Saham-saham yang menekan IHSG hari ini yakni TLKM, BBCA, ASII, BMRI, dan SMRA. Pada hari ini terjadi foreign net sell senilai 66 triliun.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam pelemahan tertekan aksi ambil untung setelah pada perdagangan akhir pekan berhasil mengalami penguatan menembus level 5300, ditengah pelemahan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.ditengah sentimen acuan suku bunga dalam negeri yang didukung dengan menguatnya nilai tukar rupiah.
Sementara sentimen positif datang dari Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) yang menaikkan outlook rating Indonesia dari Stable menjadi Positive Outlook. Hal ini sekaligus mengafirmasi rating pada BB+. Perbaikan outlook ini mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.
Selain itu Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50%, dengan suku bunga Deposit Facility 5,50% dan Lending Facility pada level 8,00% serta mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5-3% terhadap PDB dalam jangka menengah. Bank Indonesia juga melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui revisi ketentuan GWM-LDR, ketentuan LTV untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), serta ketentuan pembayaran uang muka (down payment) untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.100-5.150, dan resisten 5.310 – 5350. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham CPIN, INCO, BSDE dan SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar