Jajaki Pendanaan Guna Refinancing, Laju Saham SMCB Jaga Momentum Reversal
PT Holcim Indonesia Tbk. (SMCB) tengah menjajaki pinjaman senilai Rp2,5 triliun yang akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan refinancing. Adapun pinjaman tersebut berasal dari sindikasi perbankan yang akan dicairkan pada paruh kedua tahun ini. Perseroan mengincar pemberi pinjaman yang berasal dari kombinasi bank lokal dan bank internasional dengan opsi jatuh tempo pinjaman itu untuk 3 tahun atau 5 tahun.
Sebagai informasi, tahun ini SMCB menganggarkan belanja modal senilai US$250 juta di tahun ini. Anggaran tersebut memang lebih rendah ketimbang belanja modal tahun sebelumnya. Pasalnya, dua proyek utama Holcim yaitu pabrik Tuban I dan Tuban I sudah selesai masa pembangunannya. SMCB juga berencana menurunkan rasio pinjaman dengan mata uang asing. Tahun lalu utang valuta asing perseroan mencapai 70% terhadap total utang, sedangkan saat ini porsi tersebut berhasil diturunkan menjadi 36%. Hal ini dilakukan dengan mengonversi utang dalam mata uang euro dan dolar AS menjadi rupiah pada Oktober 2014. Perseroan berharap bisa menurunkan porsi utang valas ini menjadi 19% pada akhir 2016.
Hingga kuartal I 2015, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mencatat penurunan pendapatan sebanyak 5% menjadi Rp2,25 triliun dengan penurunan volume sebesar 7% dibandingkan periode yang sama di tahun 2014. Adapun penurunan tersebut dikarenakan pasar semen Indonesia yang melemah. Permintaan semen nasional menurun hingga 13,9 juta ton dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 4% atau 14,3 juta ton selama kuartal pertama tahun lalu.
Kebujakan pemerintah terkait perusahaan semen milik negara harus menurunkan harga sebesar Rp3.000 per sak yang kemudian berdampak ke seluruh industri juga berdampak pada harga pasar secara keseluruhan dan telah gagal menstimulasi peningkatan permintaan sejauh ini. Sementara harga bahan baku lebih tinggi 30%, biaya tenaga kerja lebih tinggi 27%, dan biaya listrik telah meningkat secara terus menerus selama 2014 hingga lebih dari 60%. Kenaikan-kenaikan ini terlihat dari penurunan laba kotor sebanyak 23% dari Rp689 miliar menjadi Rp533 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (20/5/15) saham SMCB dibuka pada level 1,615 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,615 dan bergerak dalam kisaran 1,615 – 1,650 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,91 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMCB sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan tajam dan menyentuh support kuat namun saat ini pergerakannya dalam kondisi koreksi tajam dan terus alami tekanan. Indikator MA sudah bergerak turun dan pola Three Black Crows terbentuk pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan SMCB dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SMCB masih akan terkoreksi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SMCB. Saat ini level support berada pada Rp1400 hingga resistance Rp1950.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar