Jeda Siang IHSG Bertahan di Zona Negatif, BI Rate Dipatok Tetap 7,5 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (19/5) IHSG turun sebesar 0.1 persen ke level 5232.66. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 0.17 persen ke level 907.62. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5219.57 dan level tertinggi 5244.74.
Pada perdagangan siang ini tercatat 110 saham menguat, sementara 151 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 4.23 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp3.45 triliun dan transaksi sebanyak 138.867 kali.
Secara sektoral, tercatat 6 sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor konsumer dan infrastruktur yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 111% dan 0.62% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah KLBF, TLKM, SIAP, PGAS, PWON, SMRU, LPPF dan GGRM.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam tekanan ditengah pergerakan mix bursa global yang tengah mencermati suku bunga AS. IHSG juga harus mewaspadai tekanan oleh sentiment negative pelemahan rupiah. IHSG juga tengah menanti rilis data suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). Investor lokal diprediksi akan memanfaatkan koreksi tajam di akhir bulan April Sebagai momentum akumulasi pembelian saham murah.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik melaporkan neraca perdagangan RI pada April 2015 mencetak surplus 454,4 juta dollar AS, terdiri dari ekspor sebesar 13,08 miliar dollar AS dan impor sebesar 12,63 miliar dollar AS. Secara kumulatif Januari-April 2015, neraca perdagangan RI mengalami surplus perdagangan sebesar 2,77 miliar dollar AS, terdiri dari total ekspor sebesar 52,14 miliar dollar AS dan impor senilai 49,36 miliar dollar AS.
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.000-5.050, dan resisten 5.250 – 5280. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham ITMG, INCO, BSDE dan SSMS.

0 komentar:
Posting Komentar