Bank Permata Akan Terbitkan Obligasi Penuhi Target OJK, Sahamnya Masih Sideways


PT Bank Permata Tbk berencana akan menerbitkan obligasi yang nantinya akan digunakan untuk penambahan modal kerja, surat utang tersebut bernama Coco Bonds (obligasi konversi atau contigent convertibles). Untuk jumlahnya sendiri pihak perusahaan masih belum memberikan angka, pasalnya rencana penerbitan obligasi ini masih belum selesai prosesnya di OJK.
Disisi lain, BNLI menerbitkan obligasi ini sebagai pelaksanaan instruksi  OJK untuk  memacu peningkatan kualitas permodalan perbankan agar mampu menghadapi implementasi Basel III yang antara lain dilihat dari conservation buffer, counter cyclical buffer dan capital surcharge. Dan tahun depan semua bank wajib menambah 2,5% dari exposure untuk conservation buffer.
Melihat kinerja keuangan BNLI, berdsarkan laporan keuangan hingga Desember 2014, BNLI harus puas membukukan laba bersih sebesar Rp 1,58 triliun atau menurun 8,86% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,72 triliun. Dan dari sisi fungsi intermediasi, hingga akhir 2014 BNLI menyalurkan kredit sebesar Rp 131,38 triliun atau meningkat 9,91% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 118,36 triliun. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) BNLI mencapai Rp 136,53 triliun, naik 12,79% dari tahun sebelumnya Rp 119,06 triliun.
Sementara itu, total aset BNLI hingga akhir Desember 2014 mencapai Rp 185,34 triliun atau naik 10,52% dari periode sebelumnya Rp 165,83 triliun. Di sisi lain, tingkat NPL BNLI meningkat menjadi 0,63% dari periode sebelumnya 0,33%. Dan per Maret 2015  rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) hanya 14%.
Untuk pergerakan sahamnya di bursa saham pada perdagangan hari Rabu (24/6), BNLI dibuka pada posisi 1600 yang sama dengan penutupan perdagangan kemarin dengan volume perdagangan hingga 700 ribu lot saham, namun hingga akhir sesi I hari ini transaksi masih sepi. Dan untuk perdagangan selanjutnya, Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BNLI terpantau mengalami gerakan fluktuatif hingga saat ini dengan indikator Stochastic menunjukkan pergerakan turun ke  area tengah.
Selain itu, indikator ADX menunjukkan garis –DI berada di atas garis +DI serta garis ADX yang mendatar menggambarkan tren saham BNLI selanjutnya diperkirakan akan melemah secara terbatas dalam konsolidasi. Sehingga pergerakan saham sampai akhir pekan dalam kisaran  support Rp 1533 hingga target resistence di level Rp 1630.


Joel/ VMN/VBN /Senior  Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar