BIRD Bagi Sisa Dividen Sekitar 100 Miliar Lagi, Laju Sahamnya Cari Momentum Reversal


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Blue Bird Tbk (BIRD) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp330,8 miliar. Jumlah tersebut adalah 45 persen dari laba bersih 2014. Adapun sebesar Rp223,6 miliar telah dibagikan sebagai dividen interim di Agustus 2014 dan Rp107,2 miliar atau sekitar Rp42,83 per saham akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada seluruh pemegang saham yang terdaftar di daftar pemegang saham perseroan.
Sepanjang tahun 2014, BIRD berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp735,11 miliar atau alami kenaikan sebesar 3,89% jika dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp707,53 miliar. Peningkatan kinerja bottom line perseroan tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang alami kenaikan menjadi Rp4,75 triliun dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,92 triliun.
Sementara untuk pos beban pokok juga mengalami kenaikan menjadi Rp3,31 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp2,58 triliun. Sehingga laba bruto naik menjadi Rp1,45 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp1,33 triliun. Laba usaha naik menjadi Rp1,05 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp989,90 miliar dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp986,52 miliar dari laba sebelum tahun sebelumnya Rp956,03 miliar.
Adapun dengan melonjaknya laba bersih perseroan, hingga periode Desember 2014 laba per saham BIRD juga alami kenaikan menjadi Rp336 per saham dari besaran periode sebelumnya yang sebesar Rp333 per saham. Sementara pos posisi keuangan, total aset per Desember 2014 tercatat sebesar Rp7,17 triliun atau alami kenaikan jika dibandingkan total aset per Desember 2013 yang mencapai Rp5,01 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (4/6/15) saham BIRD dibuka pada level 8,150 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 8,150 dan bergerak dalam kisaran 8,150 – 8,375 dengan volume perdagangan saham mencapai 83,500 lembar saham.  
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BIRD sejak awal Januari terpantau bergerak dalam pelemahan imbas dari faktor fundamental yakni pelaporan pelanggaran hukum terhadap perseroan. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Invertes Hammer terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan BIRD dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
 Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BIRD dalam potensi tertekan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BIRD bergerak terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BIRD. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp7400 hingga target resistance di level Rp9800.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar