Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp18 per saham. Adapun jumlah dividen tersebut akan setara dengan 16,9% atau Rp295,16 miliar dari laba bersih perseroan tahun 2014 yang sebesar Rp1,74 triliun.
Hingga kuartal awal tahun ini. CPIN harus puas membukukan laba bersih sebesar Rp 431,27 miliar atau turun 34,76% dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 661,11 miliar. Penurunan kinerja CPIN disebabkan oleh rugi kurs yang cukup besar pada awal tahun ini yang mencapai Rp 265,94 miliar sedangkan pada periode yang sama pada tahun lalu perseroan tidak mengalaminya. Selain itu, beban pokok penjualan mengalami kenaikan 11,44% menjadi Rp 6,23 triliun dari yang sebelumnya Rp 5,59 triliun.
Sementara itu, penjualan pokok perseroan pada kuartal I-2015 mencapai Rp 7,53 triliun atau naik 12,05% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 6,72 triliun. Adapun laba per saham dasar CPIN menurun drastis 53,84% menjadi Rp 26 per saham dari yang sebelumnya Rp 40 per saham. Total aset CPIN hingga Maret 2015 mencapai Rp 22,55 triliun, naik 8,20% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 20,84 triliun.
Di sisi lain, ROA dan ROE CPIN pada kuartal I-2015 mengalami penurunan dari kuartal I-2014 dimana ROA pada kuartal pertama tahun ini menjadi 2,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,11% dan ROE pada kuartal pertama tahun ini menjadi 4,51% dibandingakn periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,79%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja CPIN awal tahun ini tidak begitu baim dibandingkan tahun sebelumnya.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (22/6/15) saham CPIN dibuka pada level 3,050 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 3,050 dan bergerak dalam kisaran 3,005 – 3,060.dengan volume perdagangan saham mencapai 625,200 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CPIN sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami pelemahan tajam namun saat ini dalam upaya mencari tumpuan rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Hammer menembus Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan CPIN dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CPIN masih akan mengejar level resistance dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CPIN. Rekomendasai Maintained Buy pada target level resistance di level Rp3770 hingga target support di level Rp2900.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar