Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka melemah. Pagi ini (3/6) IHSG dibuka melemah 0.27 persen ke posisi 5,199. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 dibuka meemah 0.24 persen ke level 904.8. Adapun perdagangan pagi ini sebanyak 24 saham menguat, 10 saham melemah, dan sisanya saham stagnan.
Perdagangan hari ini dibuka dengan volume transaksi perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 240 juta lembar saham dengan nilai sebesar Rp284 miliar. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 9.550 kali. Secara sektoral, tercatat 7 sektor yang tertekan dipimpin oleh sektor konsumer dan manufaktur yang naik masing-masing sebesar 0.29% dan 0.82%. Adapun emiten yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan pagi hari ini adalah BBRI, ASII, BMRI, GGRM, UNTR.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam tekanan terbatas ditengah pelemahan bursa global dan tarik menarik sentiment antara aksi bargain hunting pada saham-saham bluechip dan tekanan terhadap rupiah. IHSG juga dapat memanfaatkan sentimen positif dari rilis data makroekonomi lokal di awal bulan.
Namun IHSG patut mewaspadai pelemahan lanjutan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2015 sebesar 0,5 persen, inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen, inflasi dari tahun ke tahun sebesar 7,15 persen. Inflasi komponen inti sebesar 0,23 persen, dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 5,04 persen. Inflasi harga bergejolak tercatat paling tinggi sebesar 1,52 persen.
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.100-5.150, dan resisten 5.330 – 5360. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham CPIN, INCO, BSDE dan SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar