IHSG 9 Juni : Sesi Siang IHSG Babak Belur, Sentuh Level Terendah Satu Tahun Terakhir


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (9/6) IHSG turun sebesar 3.12 persen ke level 4.858. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 3.71 persen ke level 831. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4854 dan level tertinggi 5002.

Pada perdagangan siang ini tercatat 25 saham menguat, sementara 287 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 3.25 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp4.68 triliun dan transaksi sebanyak 116.489 kali.

Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh Aneka Industri dan Properti yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 4.43% dan 4.12% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, PGAS, BBCA, BBNI, BMRI dan SSMS.

Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan ditengah pergerakan pelemahan bursa global dan tarik menarik sentiment pada saham-saham bluechip dan tekanan terhadap rupiah.. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah cukup dalam. Kurs Rupiah tembus hingga Rp13.350 per USD. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menyentuh rekor pelemahan tertinggi sejak 1998

Namun IHSG patut mewaspadai pelemahan lanjutan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.

Disisi lain, bursa asia juga tertekan oleh data inflasi China yang hanya meningkat 1.2 persen untuk bulan Mei atau dibawah ekspektasi para analis di level 1,3 persen dan turun dari kenaikan pada April 1,5 persen. Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 4800 -4950, dan resisten 5.050 – 5100.





Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar