PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) bersama PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Jasa Sarana mengumumkan telah menandatangani Perjanjian Usaha Patungan untuk Pengusahaan Jalan Tol Soreang – Pasir Koja (Soroja). Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Agung Salim dan Suarmin Tioniwar selaku Direksi CMNP, Wakil Direktur Utama PT Wijaya Karya (WIKA) Budiarto dan Direktur Utama PT Jasa Sarana (JS) Soko Sandi Buwono.
Adapun, penandatanganan perjanjinan itu merupakan tindak lanjut dari kemenangan Konsorsium CMNP, WIKA dan JS atas Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Soroja sebagaimana amanat surat dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimuljono. Pemenang tender diwajibkan untuk BUJT paling lambat 2 bulan dan menandatangai Perjanjian Pengusahaan jalan Tol (PPJT) paling lambat 3 bulan sejak tanggal surat penetapan.
Dalam perjanjian tersebut juga disepakati komposisi kepemilikan saham yaitu 65% untuk CMNP, 25% untuk WIKA dan 10 % untuk PT Jasa Sarana serta membentuk PT Citra Marga Lintas Jabar yang akan menjadi BUJT ruas Soreang – Pasir Koja sepanjang 8,15 kilometer. Jalan tol ini nantinya akan menjadi jalur penting yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Soreang dan sekitarnya.
Ruas tol dengan konsesi selama 45 tahun ini merupakan upaya untuk menjaga Going Concern Perseroan di masa depan. Jalan tol yang diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2016 ini akan menjadi sarana penunjang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pada Agustus 2016 di Jawa Barat dan penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018 di Jakarta, Palembang, dan Bandung.
Pada tahun 2014, CMNP membukukan Laba Bersih sebesar Rp 90 B atau naik 1.2% dibanding Q4 2013 sebesar Rp 89 B. Pada perdagangan saat ini, PE Ratio (TTM) perseroan berada di level 14.75x.
Pendapatan meningkat 80.9% menjadi Rp 474 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 39.1% dibandingkan dengan 65.6% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat naik 7.8% menjadi Rp 184.94 B. Sementara itu Beban Keuangan CMNP tercatat sebesar Rp (34 B). Total Debt pada Q4 2014 sebesar Rp 1,211 B dibanding Rp 1,402 B di Q3 2014.
Dengan demikian, Debt to Equity Ratio CMNP menjadi 0.34 dibanding 0.41 pada kuartal lalu. Dari sisi Arus Kas, CMNP melaporkan positive Operating Cashflow sebesar Rp 116 B. Selain itu, emiten telah menyerap Capex pada periode ini senilai Rp 111 B sehingga Free Cash Flow tercatat Rp 227 B.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (14/7/15) saham CMNP dibuka pada level 2,435 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,225 dan bergerak dalam kisaran 2,255 – 2,435 dengan volume perdagangan saham mencapai 400 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CMNP sejak awal Januari terpantau bergerak dalam koreksi setelah sebelumnya dapatkan momentum rebound dan menuju level support namun saat ini terlihat alam potensi rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan CMNP dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan CMNP dalam potensi dalam menguat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CMNP masih akan melaju dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CMNP. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp2050 hingga target resistance di level Rp2540.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar