Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) memutuskan untuk membagikan keuntungan tahun buku 2014 kepada pemegang sahamnya dalam bentuk dividen tunai sebesar Rp51,45 miliar atau setara Rp26 per saham. Adapun dividen tunai yang telah disepakati tersebut akan dibayarkan pada tanggal 28 Juli 2015 kepada pemegang saham yang telah terdaftar pada tanggal 10 Juli 2015.
Sementara itu, untuk cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada tanggal 7 dan 8 Juli 2015, sedangkan di pasar tunai dijadwalkan pada tanggal 10 dan 11 Juli 2015. Disebutkan dalam RUPST, sebesar Rp51,45 miliar atau Rp26 per saham dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai. Sementara sebesar Rp100 juta dicatat sebagai dana cadangan, dan sisanya Rp470,45 miliar dibukukan sebagai laba ditahan.
Hingga Kuartal I 2015, CTRS mencatatkan penurunan tipis laba bersih menjadi Rp130,19 miliar, dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp131 miliar. Tercatat bahwa pendapatan neto naik jadi Rp422,97 miliar dari pendapatan neto tahun sebelumnya Rp347,89 miliar. Beban pokok naik jadi Rp224,61 miliar dari Rp175,07 miliar.
Laba kotor naik jadi Rp198,35 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp172,82 miliar. Laba usaha juga naik jadi Rp138,15 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp124,74 miliar. Laba sebelum pajak diraih Rp147,76 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp138,46 miliar. Namun pertumbuhan laba tersebut tertekan beban pajak yanga naik menjadi Rp2,15 miliar dari beban pajak tahun sebelumnya yang sebesar Rp788,03 juta.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (2/7/15) saham CTRS dibuka pada level 2,580 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,670 dan bergerak dalam kisaran 2,580 – 2,630 dengan volume perdagangan saham mencapai 17,200 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CTRS sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan CTRS dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CTRS masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CTRS. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2400 hingga target resistance di level Rp2900.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar