Pada bulan Juni 2015 kegiatan eksplorasi PT Timah Tbk (TINS) menelan biaya sebesar Rp75.775.589.031, dengan rincian sebesar Rp35.898.033.265 untuk biaya operasional dan Rp39.877.555.766 untuk biaya investasi. Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi PT Timah di darat maupun di laut di daerah Bangka Belitung dan Kundur tersebut, sampai dengan bulan Juni 2015
Sementara kegiatan eksplorasi di darat pada bulan Juni 2015 meliputi pemetaan geologi, core logging, percontoan core, pengukuran grid bor dan pemboran timah primer di Pulau Bangka dan Belitung, sedangkan pemboran timah alluvial berupa pemboran prospeksi dan evaluasi produksi penambang di lakukan di Pulau Bangka.
Hasil kegiatan eksplorasi sampai dengan bulan Juni 2015 mendapatkan penemuan sumber daya baik di darat maupun di laut. Kegiatan eksplorasi di laut mendapatkan Sumber Daya Tereska (inferred) sebesar 4.660 ton, sumber daya tertunjuk (indicated) sebesar 3.362 ton dan Sumber Daya Terukur (Measured) sebesar 9.932 ton.
Hingga kuartal I tahun 2015, PT Timah Tbk (TINS) harus menerima mencatat kerugian Rp19,1 miliar anjlok daripada capaian laba Rp95,02 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Padahal pendapatan usaha TINS naik menjadi Rp1,35 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,24 triliun. Namun kenaikan tersebut juga mendongkrak beban pokok yang naik jadi Rp1,21 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang sebesar Rp911,96 miliar.
Sementara laba bruto turun menjadi Rp145,95 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar Rp325,39 miliar. Rugi sebelum pajak yang diderita perseroan Rp8,63 miliar, usai laba sebelum pajak yang diraih yakni Rp169,92 miliar di tahun sebelumnya. Adapun pada posisi keuangan jumlah aset per Maret 2015 turun menjadi Rp9,10 triliun dari jumlah aset per Desember 2014 yang mencapai Rp9,75 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (10/7/15) saham TINS berhasil dibuka 635 setelah ditutup pada level 635 dan bergerak dalam kisaran 635 – 635 dengan volume perdagangan saham mencapai 87,400 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TINS sejak awal bulan Desember terlihat terus mengalami pelemahan tajam menuju level support kuatnya namun saat ini pergerakannya dalam potensi rebound terbatas, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Doji Evening Star menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TINS dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TINS masih akan dalam tren rebound teknikal dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TINS. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp600 hingga target resistance di level Rp780.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar