Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup menguat jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (1/7) IHSG naik sebesar 0.09 persen ke level 4,914.96. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami penguatan sebesar 0.19 persen ke level 840.75.
Pada perdagangan siang ini tercatat 114 saham menguat, sementara 140 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 2.67 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp2.06 triliun dan transaksi sebanyak 102.650 kali. Sampai siang ini dana asing berada pada posisi net buy mencapai 99 miliar. Secara sektoral, tercatat 8 sektor mengalami penguatan yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan infrastruktur yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 0.63 persen dan 0.5 persen. Sementara untuk saham-saham yang menjadi penopang IHSG antara lain BWPT, BBRI, WSKT, SRIL dan BBCA..
Analyst Vibiz Research Center memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam penguatan terbatas ditopang aksi bargain hunting ditengah tekanan pada bursa global setelah perkembangan utang Yunani. Bank Sentral Eropa ECB diperkirakan akan mengakhiri pinjaman darurat kepada sistem perbankan Yunani. Yunani sangat tergantung pada bantuan likuiditas darurat dari Bank Sentral Eropa setelah krisis ekonomi menerpa negara itu dan pembicaraan kedua pihak sejauh ini telah terputus. Perbankan Yunani akan mengalami kesulitan serius dalam waktu dekat, apabila ECB mengakhiri pinjamannya.
Sementara Badan Pusat Statistik mencatat adanya inflasi Juni 2015 sebesar 0,54 persen. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,14. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2015 sebesar 0,96 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 7,26 persen. Demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis BPS
Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI (BI Rate) berada di level 7,5%. Sementara IHSG mendapat dorongan dari kebijakan pemerintah dengan memberlakukan kebijakan makroprudensial dalam bentuk pelonggaran Rasio Loan to Value (LTV) atau Rasio Financing to Value (FTV) untuk kredit properti dan penurunan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4800-4.850, dan resisten 5.050 – 5100. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, INCO, BSDE, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar