Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup menguat jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (30/7) IHSG naik sebesar 0.22 persen ke level 4,731.39. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami penguatan sebesar 0.27 persen ke level 798.19.
Pada perdagangan siang ini tercatat 114 saham menguat, sementara 140 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 2.67 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp2.06 triliun dan transaksi sebanyak 102.650 kali. Sampai siang ini dana asing berada pada posisi net buy mencapai 99 miliar. Secara sektoral, tercatat 8 sektor mengalami penguatan yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan agrikultur yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 0.63 persen dan 0.5 persen. Sementara untuk saham-saham yang menjadi penopang IHSG antara lain BWPT, BBRI, WSKT, SRIL dan BBCA..
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rebound terbatas menutup gap pelemahan yang ditinggalkan ditengah sentiment respon investor terhadap kinerja keuangan emiten untuk semester 1 tahun 215 serta reaksi pasar atas Paket Kebijakan OJK yang diharapkan mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Namun IHSG patut mewaspadai penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$.
Dari global, Bursa Regional terlihat masih terus membaik ditengah sentimen The Fed yang masih mempertahankan suku bunganya tetapi terlihat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan pernyataan bulan lalu terhadap laju pemulihan ekonomi AS. Sementara ECB memutuskan mempertahankan bantuan kredit darurat untuk Yunani tidak berubah. Peningkatan harga komoditas juga menjadi katalis positif bursa global.
Badan Koordinasi Penanaman Modal kembali melaporkan realisasi investasi Tanah Air periode triwulan II-2015 atau sepanjang April-Juni 2015 yang mencapai Rp135,1 triliun, atau naik 16,3 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,2 triliun. Nilai investasi pada triwulan II-2015 ini terdiri atas realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp42,9 triliun (31,8 persen) dan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp92,2 triliun (68,2 persen). Sebagai informasi, capaian angka investasi tersebut merupakan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia disepanjang tahun ini. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4650-4.700, dan resisten 4800 – 4850. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT, KLBF, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar