Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menetapkan pembagian dividen saham sebesar Rp27,67 miliar. Perseroan menetapkan pembagian dividen 20 persen dari laba 2014, dengan pembagian dividen tunai sebesar 10 persen dan 10-15 persen dividen saham dngan rasio pembagian dividen saham 100:1, dengan saham baru yang diterbitkan sebanyak 75.793.330 lembar saham.
Pada kuartal III 2014 MTLA berhasil mencetak laba sebesar Rp 184 miliar, meningkat 11,4% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kenaikan laba terjadi seiring dengan pertumbuhan penjualan dan perolehan keuntungan lain-lain.
Total pendapatan usaha MTLA pada kuartal III 2014 sebesar Rp 717 miliar, meningkat 19,5% dibandingkan kuartal III 2013 sebesar Rp 600 miliar. Pendapatan ini sebagian besar berasal dari penjualan properti baik residensial, apartment & office strata title M-GOLD Tower sebesar Rp 472 miliar atau 66% sedangkan sisanya berasal dari penyewaan properti komersial mal dan hotel dan lainnya sebesar Rp 245 miliar atau 34%.
Seperti yang telah diproyeksikan sebelumnya, perolehan pendapatan berkelanjutan (recurring income) MTLA meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 179,5 miliar atau 29% karena bertambahnya unit usaha komersial baru yaitu pusat perbelanjaan Grand Metropolitan dan Metland Hotel Cirebon selain proyek komersial yang sudah berjalan yaitu Mal Metropolitan, Hotel Horison Bekasi dan Horison Seminyak Bali dan Hotel Tambun.
Sedangkan untuk marketing sales pada hingga September 2014 sebesar Rp 696 miliar. Penjualan residensial dan strata masih mendominasi penjualan marketing sebesar Rp 447 miliar diikuti dengan recurring income sebesar Rp 249 miliar. Saat ini Metland mengembangkan proyek residensial yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya, yaitu Metland Menteng, Metland Tambun, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Cibitung serta Metland Puri.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (13/7/15) saham MTLA dibuka pada level 380 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 361 dan bergerak dalam kisaran 361 – 385 dengan volume perdagangan saham mencapai 11,100 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MTLA sejak awal bulan Agustus terlihat terus mengalami pelemahan namun saat ini sedang bergerak dalam pusaran konsolidasi. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band tengah Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan MTLA dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju MTLA masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan MTLA. Saat ini level support berada pada Rp350 hingga resistance Rp490.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar