Pembangunan Pabrik Rembang Telah Serap Dana 45 Persen, Laju Saham SMGR Cari Tumpuan Rebound


Hingga akhir Juni 2015 pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di Rembang (Jawa Tengah) telah mencapai kemajuan fisik sekitar 52,5%. Adapun sebelumya per Mei 2015, pembangunan secara fisik pabrik berkapasitas produksi sebanyak 3 juta ton per tahun ini baru sekitar 45,6%.
Semen Indonesia berharap hingga akhir tahun ini pembangunan fisik pabrik Rembang bisa mencapai 60% dan bisa menyelesaikannya hingga final pada akhir 2016. Kemajuan pembangunan pabrik tersebut mencerminkan dana yang sudah terserap sekitar 45% dari total dana yang dianggarkan untuk pabrik Rembang sekitar Rp 4,4 triliun.
Emiten penghasil semen terbesar di Indonesia, SMGR pada awal tahun ini mengalami kinerja yang kurang memuaskan. Berdasarkan hasil laporan keuangan yang dirilis, perseroan harus puas membukukan laba bersih sebesar Rp 1,19 triliun atau turun 1,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,31 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya beban pokok pendapatan sebesar 8,62% menjadi Rp 3,78 triliun dari yang sebelumnya Rp 3,48 triliun.
Namun pendapatan perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,75% menjadi Rp 6,34 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 6,17 triliun. Sementara itu, beban keuangan berhasil diturunkan sebesar 8,49% menjadi Rp 72,94 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 79,71 miliar.
Adapun laba kotor perseroan menurun 5,20% menjadi Rp 2,55 triliun dari yang kuartal awal tahun lalu sebesar Rp 2,69 triliun. Sementara itu, laba per saham dasar SMGR juga tercatat menurun sebesar 9,04% menjadi Rp 201 per saham dari periode awal tahun lalu yang mencapai Rp 221 per saham. Total aset SMGR hingga Maret 2015 mencapai Rp 35,95 triliun atau naik 4,81% dari periode Desember tahun lalu sebesar Rp 34,30 triliun.
Di sisi lain, ROA dan ROE SMGR pada kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan dibandingkan kuartal awal tahun lalu dimana ROA pada awal tahun ini menjadi 4,17% dibandingkan awal tahun sebelumnya yang mencapai 4,96% dan ROE pada awal tahun ini menjadi 5,28% dibandingkan awal tahun lau yang mencapai 6,80%. Ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan SMGR pada awal tahun ini tidak sebaik dibandingkan awal tahun lalu.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (13/7/15) saham SMGR dibuka pada level 11,300 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 11,200 dan bergerak dalam kisaran 11,225 – 11,350 dengan volume perdagangan saham mencapai 732,500 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMGR sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami pelemahan tajam namun saat ini dalam upaya pertahankan tren positif. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan SMGR dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SMGR masih akan mengejar level resistance dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SMGR. Rekomendasai Maintained Buy pada target level resistance di level Rp13000 hingga target support di level Rp11000.



 Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar