Regulator bursa saham Indonesia telah mengeluarkan daftar emiten yang masuk daftar saham LQ45 periode Agustus 2015 sampai Januari 2016. Dalam daftar yang baru tersebut terdapat 2 saham baru dan 2 saham yang keluar. Saham yang baru tersebut yaitu SRIL dan WTON sedangkan yang keluar saham ANTM dan saham CTRA.
Beberapa sesi perdagangan terakhir, Saham SRIL berhasil menunjukkan performa yang mengagumkan seiring dengan fundamental perusahaan yang semakin menunjukkan kekuatan bisnisnya. Setelah terkikis dalam 4 hari perdagangan sebelum libur lebaran, SRIL berhasil menanjak kembali hingga perdagangan kemarin ditengah mabruknya IHSG.
Melihat kinerja keuangan yang mantap pada kuartal I tahun 2015, SRIL membukukan kenaikan laba menjadi US$14,84 juta dari laba tahun berjalan kuartal I 2014 yakni US$13,31 juta. Kinerja tersebut ditopang penjualan menjadi US$166,74 juta per Maret 2015, naik dibandingkan penjualan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$154,667 juta.
Adapun beban pokok naik jadi US$124,46 juta dari beban pokok periode sama tahun sebelumnya yakni US$113,63 juta, dan laba bruto naik jadi US$32,93 juta dari laba bruto periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$28,09 juta.
Bisnis perusahaan ini semakin kuat dengan kinerja ekspornya dimana saaat ini pertumbuhan ekspor perusahaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, untuk bidang fashion, benang, kain jadi dan seragam kerja atau uniform. Pasar yang mengalami tujuan utama ekspor Sritex adalah negara-negara Asia dan Amerika. Pertumbuhan penjualan domestik dan ekspor pada tahun ini sekitar tujuh persen jika dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD). SRIL telah memiliki pabrik sebanyak tiga buah yang ada di Sukoharjo, Solo dan Semarang dan pihak perusahaan telah berhasil meraup total penjualan pada tahun lalu sebesar USD589 juta.
Harga saham SRIL pada perdagangan bursa hari Selasa (28/7) ditutup naik 0,9% ke posisi 450 dan saham ini banyak diburu investor dengan volume perdagangan kemarin mencapai 330 juta lot saham. Saham ini berhasil mencapai posisi tertinggi di 462 dan level terendah di 442.
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan saham ini akan semakin melaju ke kisaran 475 namun sebelum itu tembus dulu kisaran 458. Namun jika tidak tembus SRIL berpotensi terkoreksi ke kisaran 442.
Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar