PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) memiliki anak perusahaan PT Saka Energi Indonesia yang mengelola usaha produksi shale gas di Blok Fasken, Texas, Amerika Serikat, yang bekerja sama dengan Swift Energi. Sebagai informasi, shale gas adalah gas alam yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi.
PGN, melalui anak perusahaanya menyatakan bahwa kinerja sumur migasnya di Blok Fasken telah menunjukkan hasil yang signifikan. Produksi shale gas di Blok Fasken saat ini mencapai 154 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), jumlah ini meningkat lima kali lipat dibandingkan produksi Juli 2014 yang mencapai 30 MMSCFD.
Jumlah produksi shale gas sebanyak 154 juta MMSCFD itu, masih di bawah kapasitas yang ada di Blok Fasken yang memiliki kapasitas hingga 250 MMSCFD. Blok Fasken sendiri memiliki kandungan shale gas hingga sekitar 1 triliun cubic feet gas (TCF). Untuk memaksimalkan produksinya, maka dibangun infrastruktur pipa gas yang mendukung blok ini dan dapat melalui LNG plant (Kilang LNG) yang ada di Texas.
Hasil produksi shale gas yang terus meningkat dan semakin besarnya kebutuhan shale gas di Amerika, maka akan semakin meningkatkan hasil usaha anak perusahaan PGN ini. Ditargetkan sampai akhir tahun ini, produksi shale gas di Blok Fasken meningkat sampai 190 MMSCFD.
Melihat fundamental perseroan ini, berdasarkan laporan keuangan terakhir yang dirilis perseroan, PGAS harus puas membukukan laba bersih sebesar US$ 108,79 juta, atau turun 38,42% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai US$ 176,67 juta. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan neto perseroan sebesar 13,42% menjadi US$ 696,37 juta dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$ 804,36 juta.
Selain itu, beban keuangan perseroan membengkak signifikan sebesar 224,47% menjadi US$ 21,61 juta dari yang sebelumnya sebesar US$ 6,66 juta. Meskipun demikian, beban pokok pendapatan berhasil diturunkan sebesar 6,79% (US$34,46=Rp450 miliar) menjadi US$ 472,93 juta dari sebelumnya US$ 507,39 juta..
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (26/8/15), saham PGAS dibuka pada level 2,900, dan mengalami penurunan pada siang ini 50 poin atau 1,76% ke posisi 2,795, bergerak dalam kisaran 2,770 – 2,900 dengan volume perdagangan saham PGAS mencapai 10,3 juta lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PGAS sejak awal Agustus terpantau mengalami penuruna dan saat ini berada dalam tren pelemahan. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun, demikian juga pada Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak dalam pola sideways cenderung bearish.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan PGAS dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya menurun dan didukung fundamentalnya positif, diprediksi laju PGAS masih akan dalam pelemahan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PGAS. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp2636 hingga target resistance di level Rp3196.
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar