Sepanjang semester I/2015, laba bersih PT Link Net Tbk (LINK) naik 13,02% menjadi Rp313,89 miliar dari semester I tahun lalu. Adapun bottom line penyedia layanan televisi berbayar berkode saham LINK itu terbebani peningkatan sejumlah beban, a.l. bagian rugi entitas asosiasi yang naik 37,56% dan beban keuangan yang meningkat 110,41%.
Sementara, pendapatan LINK pada paruh pertama tahun ini naik 21,75% menjadi Rp1,24 triliun dari semester I/2014 (year-on-year/ yoy). Pertumbuhan pendapatan ini disokong tingginya permintaan atas layanan broadband dan televisi berbayar. Jasa perseroan mencakup Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. Hingga akhir Juni 2015, Link Net memiliki 1,55 juta homes passed. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini perseroan menambah 121.363 homes passed.
Jumlah pelanggan (RGU) broadband meningkat menjadi 420.687 dan televisi berbayar bertambah menjadi 392.850. Maka, total pelanggan 813.537. Rerata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ ARPU) per akhir Juni 2015 sebesar Rp415.000.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (6/8/15) saham LINK dibuka pada level 5,525 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5,525 dan bergerak dalam kisaran 5,525 – 5,675 dengan volume perdagangan saham mencapai 174,400 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LINK sejak akhir bulan Juni terlihat terus mengalami pergerakan bullish namun saat ini harganya bergerak konsolidasi lanjutan. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan LINK dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju LINK masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan LINK. Saat ini level support berada pada Rp5000 hingga resistance Rp6000.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar