Bisnis UNTR Semester I-2015 Diselamatkan Keuntungan Kurs, Saham Menguat Sesaat


Sejak awal pekan ini, saham PT United Tractor Tbk (UNTR) alami pukulan keras dengan anjlok lebih dari 500 poin, namun diakhir perdagangan pekan ini saham ini terangkat kembali oleh aksi bargain hunting yang dilakukan pasar khususnya investor asing.
Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini (7/8) saham UNTR banyak diburu asing dan membuat saham tersebut melonjak hingga 4% yang kini bergulir pada kisaran 20000 setelah dibuka pada 19500. Aksi ini dilakukan pasca jatuhnya harga saham cukup signifikan dalam sepekan dan membuat saham ini menjadi top gainers hingga sesi I.
Secara teknikal saham ada dalam posisi  dimana indikator stochastic menunjukkan UNTR siap keluar dari area jenuh belinya. Dan secara fundamental pilihan terhadap saham ini beralasan dikarenakan selama 6 bulan pertama tahun ini perusahaan berhasil menunjukkan kinerja yang cukup mengesankan.
Berdasarkan laporan keuangan semesterannya, UNTR berhasil meningkatkan keuntungannya  sebesar 3,65% yang tercermin dari laba bersih meningkat  menjadi Rp3,41 triliun atau Rp913 per saham dari pada Semester I 2014 yang hanya memperoleh laba bersih  Rp3,29 triliun atau Rp881 per saham.
Secara bisnis, UNTR hingga pertengahan tahun ini alami penurunan pendapatan jika dibandingkan tahun lalu,  pendapatan utama turun sebesar 9,37% dari  Rp27,53 triliun di Semester I 2014 menjadi  sebesar Rp24,95 triliun tahun ini.  Selain itu pendapatan keuangan juga mengalami penurunan dari Rp68,37 miliar menjadi Rp52,26 miliar.
Prestasi semester I lalu disebabkan oleh keuntungan Kurs yang didapat pada Semester I 2015 yaitu Rp246,37 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 mengalami kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp29,39 miliar, selain itu juga beban pokok juga mengalami penurunan dari Rp21,80 triliun pada Semester I 2014 menjadi Rp19,29 triliun di Semester I 2015.
Untuk pergerakan harga saham selanjutnya hingga pekan depan, analyst Vibiz Research Center memperkirakan UNTR masih akan menguat sesaat dan akan mengetes level supportnya di kisaran 19232 dan hari ini saham diperkirakan berakhir di kisaran 20100.


Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar