Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan hari ini Selasa (25/08) berada di zona positif. Tekanan yang terus menerus imbas perlambatan ekonomi global dapat dihadapi dengan baik, dengan adanya antisipasi pemerintah yang mendorong keyakinan investor dan pelaku usaha dalam negeri.
IHSG ditutup naik 1,56% ke posisi 4228,50 dan berhasil mencapai posisi tertinggi di 4301,78 dan posisi terendah di 4182,02, demikian juga dengan saham unggulan pada LQ45 naik 2,32% ke posisi 708,26.
Antisipasi pemerintah menghadapi perlambatan ekonomi global melalui Presiden Joko Widodo yang Senin (24/08) kemarin mengumpulkan para gubernur, kapolda dan kejaksaan tinggi se Indonesia, juga beberapa pelaku usaha dan pimpinan BUMN di Istana Bogor, dengan menyatakan bahwa perlambatan ekonomi yang sedang di alami saat ini, bukan hanya dialami oleh Indonesia saja tetapi hampir semua negara. Presiden sampaikan bahwa ada negara yang lebih berat mengalami perlambatan dibandingkan Indonesia, baik akibat krisis Yunani, kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, apresiasi Yuan di Tiongkok dan pengaruh akibat yang terjadi di Korea Utara – Korea Selatan.
Presiden mendorong para kepala daerah agar belanja APBN, APBD, BUMN dan Swasta Nasional dan Swasta Asing, saat ini serapan anggaran baru mencapai 20% untuk memberikan dukungan pada pertumbuhan ekonomi, melalui belanja anggaran provinsi, kabupaten dan kota. Melalui pertemuan ini diharapkan mendapatkan jalan keluar, ungkap Presiden Joko Widodo.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam pertemuan tersebut juga mengatakan bahwa ditengah kondisi ekonomi yang melambat saat ini, bahkan terjadi di seluruh dunia. Pemerintah mendorong pelaku usaha maupun kementerian/lembaga untuk mengunakan dana belanja modalnya. Dengan digelarnya pertemuan oleh Presiden di Istana Bogor memberikan keyakinan pada pelaku usaha bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih tergolong aman.
Pada perdagangan hari ini 166 saham mengalami penguatan dan 155 saham yang mengalami penurunan. Jumlah saham yang berhasil diperdagangkan hari ini mencapai 8,45 miliar dengan nilai sebesar Rp6,87 triliun sebanyak 321.084 kali.
Secara sektoral, 6 sektor mengalami kenaikan dan 4 sektor mengalami penurunan. Kenaikan terbesar dipimpin sektor Consumer dengan kenaikan 3,64%. Sementara pelemahan tertinggi ada pada sektor Agri yang mengalami penurunan 1,11%.
Analyst Vibiz Research Center melihat trend pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan berlanjut pada keesokan harinya dengan aksi belanja anggaran yang akan dilakukan baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha untuk melakukan belaja modalnya, juga aksi buyback perusahaan-perusahaan emiten. Secara IHSG bergerak pada kisaran Resistance 4255 – 4290 dan Support 4200-4150.
Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar