Sepanjang semester I/2015, PT Blue Bird Tbk (BIRD) alami pertumbuhan laba bersih sebesar 10,91 persen menjadi Rp444 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp400,30 miliar. Adapun pendapatan neto naik jadi Rp2,66 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp2,29 triliun dan beban langsung naik jadi Rp1,84 triliun dari beban langsung tahun sebelumnya Rp1,56 triliun.
Sementara laba bruto naik jadi Rp823,07 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp728,17 miliar. Beban usaha naik jadi Rp212,96 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp180,24 miliar. Laba usaha naik jadi Rp610,10 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp547,94 miliar. Beban lain-lain naik jadi Rp17,84 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp11,36 miliar.
Laba sebelum pajak naik jadi Rp592,27 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp536,57 miliar. Total aset per Juni 2015 menjadi Rp7,03 triliun dari total aset per Desember 2014 yang Rp7,17 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (5/8/15) saham BIRD dibuka pada level 7,850 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 7,700 dan bergerak dalam kisaran 7,850 – 8,000 dengan volume perdagangan saham mencapai 19,000 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BIRD sejak awal bulan Desember bangkit dari fase konsolidasi dan saat ini menunjukan penguatan menuju level resistance berikutnya, terpantau indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh -DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BIRD dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BIRD masih akan dalam tren menguat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BIRD. Saat ini level support berada pada Rp7500 hingga resistance Rp8500.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar