Sepinya Orderan Turunkan Penjualan Semen INTP, Laju Sahamnya dalam Koreksi


Sepanjang semester I/2015, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp2,30 triliun atau turun 8,4% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp2,52 triliun. Adapun penurunan laba tersebut disebabkan menurunnya volume penjualan domestik yang tercatat 8,2 juta ton di semeter I 2015 atau lebih rendah dari sebelumnya 9 juta ton.
Penurunan tersebut diiringi oleh melemahnya permintaan semen domestik nasional yang juga menurun 4%. Sehingga pasar perseroan menurun dari 30,5% semester I 2014 menjadi 29,1% semester I 2015. “Penurunan volume konsumsi Indonesia turun, dan kita tak bisa mencegah itu,” ujarnya di Jakarta, Senin. Selain itu, volume penjualan semen dan clinker ekspor justru meningkat sebesar 72,5% dari 42,4 ribu ton menjadi 73,2 ribu ton. Dan total penjualan perseroan semester I 2015 menjadi 8,3 juta ton, turun 7,7% dari sebelumnya 9 juta ton.
Sementara pendapatan bersih perseroan tercatat menurun 6,6% menjadi Rp8,87 triliun dari pencapaian semester I tahun 2014 yang sebesar Rp9,49 triliun. Beban pokok pendapatan menurun dari Rp 5,28 triliun pada semester I 2014 menjadi Rp 4,88 triliun atau sebanyak 7,7%. Sedangkan beban usaha perseroan juga mengalami penurunan sebesar 4,4% dari Rp1,5 triliun pada semester I 2014 menjadi Rp1,43 triliun semester I tahun ini.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (4/8/15) saham INTP dibuka pada level 19,600 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 20,050 dan bergerak dalam kisaran 19,600 – 20,025 dengan volume perdagangan saham mencapai 298,900 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INTP sejak awal bulan Desember terlihat terus mengalami penguatan dan sempat bergerak menyentuh level resistance namun saat ini pergerakannya dalam konsolidasi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Inverted Hammer menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan INTP dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju INTP masih akan dalam pergerakan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan INTP. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp19000 hingga target resistance di level Rp22000.


Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


0 komentar:

Posting Komentar