BANK MANDIRI SIAPKAN 500 MILIAR BENTUK ANAK USAHA, SAHAMNYA SIDEWAYS





Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan ijin bagi PT. Bank Mandiri Tbk untuk memberikan layanan menambah modal perusahaan finance bidang perbankan, namun untuk bidang pasar modal masih di proses. BMRI berencana membentuk perusahaan modal ventura bernama Mandiri Capital dengan biaya sebesar Rp500 miliar.
OJK sendiri telah mendorong perbankan nasional meningkatkan kapasitas dan peranan perusahaan modal ventura (PMV), karenanya anak usaha BMRI ini direncanakan akan beroperasi di tahun 2016. Sebagai informasi menurut data OJK, aset perusahaan pembiayaan tumbuh 4,33 kali dalam 10 tahun terakhir dengan total aset pada 2014 sebesar Rp 420,4 triliun namun aset modal ventura hanya tumbuh 2,17 kali dalam 10 tahun terakhir dengan aset  sebesar Rp 8,99 triliun.
Melihat kinerja keuangan BMRI dalam 6 bulan hingga akhir Juni 2015 lalu masih mampu beroleh peningkatan laba hingga  3,86% atau beroleh Rp9,92 triliun atau Rp425,33 per saham. Kinerja perusahaan  ini didukung oleh meningkatnya pendapatan bunga dan pendapatan Syariah menjadi Rp34,57 triliun dari Rp29,29 triliun yang diperoleh semester I-2014 lalu.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan akhir pekan lalu (18/9/15) saham BMRI ditutup sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 8650 dan bergerak dalam kisaran 8750 – 8625 dengan volume perdagangan saham mencapai 23,7 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BMRI sejak awal bulan September terlihat sideways. Terpantau indikator MA bergerak datar dengan indikator Stochastic  bergerak di area jenuh jualnya.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak flat, yang menunjukan pergerakan BMRI dalam potensi tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BMRI masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BMRI. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp8580 hingga target resistance di level Rp8800.




Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar