BIAYA EKSPLORASI ADRO MENINGKAT MESKI ANGGARAN DIPOTONG, SAHAMNYA BERGERAK TERBATAS


Biaya eksplorasi rutin yang dilakukan PT. Adaro Energy Tbk (ADRO) per bulan meningkat pada periode bulan Agustus lalu daripada bulan sebelumnya saat anggaran dikurangi, biaya meningkat hingga USD9000. Biaya eksplorasi yang dilakukan perusahaan pada bulan Juli sebesar USD91139,54 dari USD165470 yang dianggarkan, sedangkan bulan Agustus lalu meningkat sebesar USD100613 dari USD142175 yang dianggarkan.
Dan jika dihitung secara anggaran tahunan, penyerapan anggaran ekplorasi hingga bulan Agustus sekitar 35% menjadi USD827 ribu dari USD1,22 juta. Dari biaya eksplorasi yang dikeluarkan perusahaan pada bulan tersebut, menghasilkan jumlah  lubang yang dibor sebanyak 31lubang  dengan  total  kedalaman 2115 meter  dan    total kedalaman logging geofisika 2094.30 meter.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2015 lalu, ADRO hanya memperoleh laba bersih dalam enam bulan pertama tahun ini sebesar USD 119,1 juta atau USD 0,0037 per saham, lebih rendah sekitar 28% dari USD 167,5 juta atau USD 0,0052 per saham tahun 2014 periode yang sama. Pendapatan yang berhasil dicetak ADRO turun 18% dari USD 1,69 miliar menjadi USD 1,39 miliar.
Laba yang berhasil diraih ADRO juga ditopang oleh berkurangnya tingkat utang perusahaan hingga 9% lebih, hingga akhir Juni 2015 utang perusahaan hanya USD 2,86 miliar dibandingkan semester sebelumnya yang hanya USD 3,15 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (11/9/15) saham ADRO ditutup naik 2,4% pada level 565 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 540 dan bergerak dalam kisaran 565 – 545  dengan volume perdagangan saham mencapai 39,5 juta  saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan namun pekan lalu berusaha mengangkat kembali harga sahamnya namun terganjal pekan ini. Terpantau indikator MA  bergerak naik  dan pola Hammer Man menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic  bergerak datar diarea tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun  didukung oleh +DI yang juga bergerak turun dibawah -DI, menunjukan pergerakan ADRO dalam potensi  penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level resistance di level Rp590 hingga target support di level Rp535.


Joel/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar