BMRI TARGETKAN PERTUMBUHAN KREDIT KURANG 100% SELAMA 5 TAHUN, SAHAMNYA MASIH KONSOLIDASI


Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi XI DPR RI di Jakarta hari Selasa (8/9), PT Bank Mandiri Tbk menargetkan pertumbuhan kredit diatas 100 persen dalam 5 tahun kedepan. Selain itu BMRI juga targetkan aset pada tahun 2020 mendatang bertambah kurang dari 100 persen.
Sehubungan dengan target diatas, BMRI berencana akan melakukan right issue dengan target dua kali lipat dari aksi yang pernah dilakukan sebelumnya. BMRI targetkan penyaluran kredit hingga tahun 2020 nanti sebesar Rp1350 triliun dan semester pertama lalu sudah mencapai Rp552,8 triliun. Demikian juga dengan aset bank pelat merah tersebut pada tahun 2020 ditargetkan mencapai Rp 1.800 triliun setelah semester pertama tahun ini tercatat Rp 914,1 triliun.
Sedangkan untuk rencana right issue yang akan dilakukan pada tahun 2018 depan ditargetkan akan mendapatkan dana segar sekitar USD25 triliun. Sebelumnya BMRI melakukan right issue mendapat sekitar US$1,3 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Disisi lain BMRI harapkan pemerintah kembali suntikkan dana sekitar  Rp 12-15 triliun.
Melihat kinerja keuangan perseroan hingga akhir Juni 2015 lalu, BMRI masih mampu beroleh peningkatan laba hingga  3,86% atau beroleh Rp9,92 triliun atau Rp425,33 per saham meski total utang mencapai Rp753,84 triliun yang naik dari Rp697,02 triliun. Namun untuk jumlah aset berhasil  naik 6,90% dari Rp855,04 triliun di tahun 2014 mencapai Rp914,08 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (7/9/15) saham BMRI dibuka pada level 8875 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 8800 dan bergerak dalam kisaran 8925 – 8600 dengan volume perdagangan saham mencapai 210 ribu lot  saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BMRI sejak akhir bulan April terlihat terus mengalami koreksi teknikal imbas fundamental indeks dalam negeri dan sejak pekan lalu saham konsolidasi.  Terpantau indikator MA berusaha naik dengan candlestick membentuk pola Harami turun menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic  bergerak flat  di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak datar  dan dibawah -DI yang menunjukan pergerakan BMRI dalam potensi sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BMRI masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BMRI. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp8500 hingga target resistance di level Rp9000.




Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar