Salah satu prioritas Pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur. Hal ini sangat berpengaruh positif terhadap bisnis yang terkait dengan pembangunan infrastruktur tersebut. Demikian juga dengan emiten Perusahaan Semen PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), pada pekan ini menunjukkan adanya suatu pertumbuhan pada volume produksi semen dan ini sangat berdampak positif terhadap pada pergerakan harga saham.
Kenaikan produksi tersebut terlihat dalam volume penjualan sampai dengan bulan Agustus yang mencatatkan kenaikannya sebesar 10% bila dibandingkan pada bulan Juli. Salah satu indikatornya adalah adanya peningkatan permintaan semen perseroan dari infrastruktur Pemerintah untuk pembanguna ruas jalan tol baik trans Jawa, trans Sumatera dan beberapa proyek lainnya. Dan salah satunya adanya kenaikan utilitasi pabrik perseroan di Tuban sebesar 95% pada bulan Agustus ini adalah sebagai dampak adanya kenaikan permintaan.
Walaupun sepanjang Semester I/2015 Laba bersih hanya berhasil diraih sekitar Rp.2,19 triliun atau Rp.368 per saham sehingga mengalami penurunan sebesar 20,36% YoY(Year on Year) bila dibandingkan Rp.2,72 triliun atau Rp. 464 per saham pada periode yang sama tahun 2014 yang menjadi penyebabnya adalah penurunan jumlah pendapatan.
Menilik dari lantai bursa perdagangan pada hari Jumat (11/9) saham SMGR ditutup pada level 10400 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 10300 dan bergerak pada kisaran 9.975-10500 dengan volume perdagangan saham mencapai 7.463.400 saham. Sedangkan pada perdagangan awal pekan Senin pagi (14/09/15), terpantau pergerakan SMGR mengalami penurunan 175 poin atau 1,70% ke posisi 10125.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMGR sejak pertengahan pekan lalu terlihat mengalami kenaikan, namun kembali menurun saat penutupan jumat kemarin hingga hari ini. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik. Selain itu indikator Stochastic masih berada di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh -DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan SMGR dalam potensi melanjutkan pelemahan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SMGR masih menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SMGR. Rekomendasi Maintained Buy pada target level resistance di level Rp10300 hingga target support di level Rp10000.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar