DAPAT KONTRAK BARU KERJAKAN TOL 3 TRILIUN LEBIH, SAHAM WIKA KONSOLIDASI


PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendapatkan kontrak baru pada bulan ini untuk mengerjakan proyek ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi II fase II bersama dengan kontraktor Tiongkok dan lokal lainnya seperti PT Nindya Karya dan Waskita Karya Tbk(WSKT).
Proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu ini terbagi menjadi 6 seksi , kontrak yang didapat dari menang tender Kementrian PU juga memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 3,48 triliun.Untuk seksi II ini WIKA bersama kontraktor lainnya mengerjakan pembangunan dari  Rancakalong- Sumedang sepanjang 17.35 km.
Sebagai informasi,  proyek  tol Cisumdawu ini terbagi menjadi 6 seksi namun pemerintah hanya mengerjakan 2 seksi selebihnya investor.  Seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 km,seksi II Rancakalong- Sumedang sepanjang 17.35 km, seksi III Sumedang-Cimalaka sepanjang 3.75 km, seksi IV Cimalaka-Legok sepanjang 7,2 km, seksi V Legok-Ujung Jaya sepanjang 15,9 km dan seksi VI Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,05 km.
Dengan kontrak baru ini berharap akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan yang pada semester I lalu alami penurunan laba dibandingkan tahun 2014 periode yang sama. Sepanjang semester I/2015 WIKA mencatat penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 29,06% menjadi Rp200,494 miliar dari Rp282,651 miliar periode serupa tahun lalu. Adapun kondisi ini disebabkan turunnya penjualan bersih perseroan sekitar 18,35% menjadi Rp4,778 triliun per Juni 2015 dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp5,852 triliun.
Untuk perdagangan sahamnya menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (16/9/15) saham WIKA ditutup anjlok  pada level 2,660 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,675 dan bergerak dalam kisaran 2,650– 2,725 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 5,93 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan Agustus terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke posisi terendah. Kini terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Long Bearish Candle menembus Middle Bolinger Band.Selain itu indikator Stochastic  bergerak turun menuju area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun  didukung oleh +DI yang  bergerak flatyang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi penurunan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WIKA masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WIKA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2640 hingga target resistance di level Rp2735.





Connie/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar