Pemerintah telah menganggarkan Rp20,76 triliun untuk pembangunan desa tahun ini dan jumlah tersebut dilirik PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meluaskan ekspansinya ke pedesaan. BBTN menargetkan kerjasama dengan Kementrian tersebut akan menambah pendanaan bank yang untung 50 persen lebih semester I lalu.
Kerjasama yang dibentuk nantinya memberikan bantuan layanan perbankan dan pengelolaan dana untuk pengembangan desa tertinggal dan transmigrasi, selain itu kerjasama ini juga sebagai salah satu cara mendukung pendanaan proyek sejuta rumah. Dari kerjasama ini terlihat agresifnya BBTN mencapai target pertumbuhan kredit tahun ini yang cukup besar bahkan diatas rata-rata industri. Dan untuk memfasilitasi ekspansinya ini BBTN terus mengincar institusi pemerintahan dan swasta.
Disisi lain kerjasama dengan Kemendesa ini juga bisa meningkatkan pendapatan BBTN dengan memberikan fasilitas kredit di lingkungan Kementrian. Sebagai informasi salah satu program utama Kemendesa membangun desa di tanah air ini yaitu penambahan 1 juta hektare lahan sawah baru dan perluasan 1 juta hektare pertanian lahan kering di luar Jawa dan Bali.
Melihat kinerja keuangan perusahaan hingga semester I-2015, BBTN membukukan laba bersih sebesar Rp831 miliar atau melesat 54,25% dari raihan laba pada periode serupa yang hanya Rp539 miliar. Adapun kenaikan laba tersebut didukung raihan NII (nett interest income) BTN sebesar Rp3,18 triliun, naik 19,06% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,67 triliun.
Selain itu posisi aset perseroan tumbuh 14,99% menjadi Rp155,95 triliun di semester I 2015 dari periode serupa Rp135,62 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh lebih baik diatas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 14 sampai 16%. Dana pihak ketiga BTN, tumbuh dari Rp101,34 pada 2014 menjadi Rp114,719 triliun. Pertumbuhan DPK ini ditopang pertumbuhan giro yang mencapai 36,16%, ini juga meningkatkan rasio CASA menjadi 47,27%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (15/9/15) saham BBTN dibuka pada level 1005 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1010. Hari ini bergerak dalam kisaran 1016-995 dengan volume perdagangan saham mencapai 47,7 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBTN sejak akhir Agustus terpantau bergerak dalam konsolidasi namun sejak akhir pekan lalu tekanan saham sangat kuat. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun di area negatif dan pola Shooting Star terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan BBTN dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic berbalik arah ke area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar dengan +DI masih dibawah -DI, yang menunjukan pergerakan BBTN dalam potensi dalam koreksi lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBTN masih akan tertekan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan BBTN. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp990 hingga target resistance di level Rp1040.
Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar