PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang telah memangkas target marketing sales dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp.4,5 triliun, ternyata alami penurunan kinerja keuangan perusahaan pada semester I lalu. Meski pendapatan pada periode tersebut alami peningkatan namun laba bersih yang diperoleh turun sekitar 2,3 persen.
SMRA hanya mendapat keuntungan sebesar Rp529 miliar atau Rp36,69 per saham pada semester I-2015 sedangkan tahun 2014 berhasil meraih laba Rp542 miliar atau Rp36,94 per saham. Pendapatan perusahaan yang didapat sebesar Rp2,6 triliun sedangkan tahun 2014 periode yang sama sebesar Rp2,09 triliun.
Melihat aset perusahaannya, SMRA memiliki aset hingga akhir Juni lalu sebesar Rp6,1 triliun yang meningkat dari Rp5,8 triliun tahun 2014 lalu. Demikian juga dengan ekuitasnya alami peningkatan menjadi Rp6,8 triliun dari Rp6,4 triliun sedangkan liabilitasnya mencapai Rp3,8 triliun dari Rp3,6 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (16/09/15) saham SMRA ditutup turun 4,2% pada level 1245 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1300 dan bergerak dalam kisaran 1325-1245 dengan volume perdagangan saham mencapai 36,6 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA sejak awal September ini berada dalam tren bearish. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun. Selain itu indikator Stochastic bergerak pada area jenuh jual. Diperkirakan saham SMRA masih berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas, sambil menunggu fundamental positif yang dapat menguatkan SMRA. Rekomendasi trading SMRA ada di kisaran Support Rp1235 dan kisaran Resistance Rp1345.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar