PT. Bank Negara Indonesia Tbk dengan kode emiten BBNI, pada kuartal ketiga (Q3) 2015 melaporkan adanya penurunan laba bersih yang diatribusikan ke Perusahaan Induk sebesar 21,16% menjadi Rp.6,00 triliun atau Rp.322 per saham bila dibandingkan pada tahun sebelumnya pada kuartal ketiga tahun 2014 Rp.7,61 triliun atau Rp.408 per saham.
Penyebab anjloknya kinerja pada Q3 2015 disebabkan oleh Beban Cadangan Kerugian yang melonjak 93,35% menjadi Rp.6,40 triliun bila dibandingkan Rp.3,31 triliun pada periode yang sama tahun 2014.
Jika dilihat secara keseluruhan maka total aset BBNI pada Q3 2015 mencapai Rp.456,48 triliun meningkat 9,58% dari total aset pada Q3 2014 yaitu sebesar Rp.416,57 triliun. Sedangkan total utang mengalami kenaikan dari Rp.355,47 triliun tahun 2014 menjadi Rp.392,82 triliun pada Q3 2015.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa pagi (20/10/15) saham BBNI dibuka pada level 5.075 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5.125 dan bergerak dalam kisaran 5.075-5.125 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 1,26 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBNI sejak awal bulan Oktober terlihat terus mengalami pergerakan naik namun pekan kemarin terkoreksi negatif. Terpantau indikator MA bergerak naik dengan indikator Stochastic bergerak naik di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat dan +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan BBNI dalam potensi sideways. Rekomendasi Trading berada pada kisaran Support Rp5,075 dan kisaran Resistance Rp.5,200.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar