Guna meningkatkan efisiensi dan menekan beban operasional, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) menggelontorkan Rp10 miliar untuk membangun fasilitas pengolahan limbah menjadi energi. Saat ini SIDO telah mengoperasikan satu mesin pengolah limbah untuk memproduksi bahan bakar padat. Perseroan berencana membeli satu mesin tambahan untuk memperbesar kapasitas produksinya. Adapun satu mesin tersebut bernilai sekitar Rp5 miliar.
Dengan mengoperasikan satu mesin pengolah limbah pihak SIDO bisa melakukan penghematan biaya energi hingga Rp700 juta per bulan. Pihaknya menargetkan bisa menghemat hingga Rp1,5 miliar per bulan setelah mesin kedua berhasil diimplementasikan. Strategi efisiensi ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pelemahan daya beli yang tengah terjadi. Apalagi dengan kondisi mata uang yang belum beranjak di kisaran Rp13.000, biaya bahan baku farmasi dan pengemasan akan ikut terdongkrak. Emiten berkode SIDO ini juga berencana mengerek harga jual produknya di kisaran 10%-20%.
Sepanjang tahun 2014, SIDO mencetak laba sebesar Rp415,19 miliar atau Rp27,68 per saham. Laba bersih tersebut membuktikan kinerja perseroan mengalami kenaikan sebesar 2,46% bila dibandingkan dengan Laba bersih SIDO tahun 2013 yaitu Rp405,94 miliar atau Rp27,06 per saham.
Pertumbuhan kinerja SIDO 2014 didukung oleh meningkatnya Pendapatan keuangan dari Beban keuangan sebesar Rp4,93 miliar tahun 2013 menjadi Pendapatan Keuangan sebesar Rp104,30 miliar tahun 2014. Beban Pokok mengalami penurunan sedikit dari Rp1,38 triliun menjadi Rp1,36 triliun, dan Beban Usaha mengalami penurunan dari Rp402,13 miliar menjadi Rp398,21 miliar. Penjualan Pokok SIDO tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 7,17% atau dari Rp2,37 triliun menjadi Rp2,20 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (25/5/15) saham SIDO dibuka pada level 580 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 580 dan bergerak dalam kisaran 560 – 580 dengan volume perdagangan saham mencapai 2,63 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SIDO sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan namun saat ini dalam upaya temukan tren positif. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan SIDO dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SIDO masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SIDO. Rekomendasi Trading pada target level resistance di level Rp590 hingga target support di level Rp475.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar