Rugi Kurs Bebani Kinerja TBIG, Laju Sahamnya Terganjal Resistance


Hingga tiga bulan pertama tahun 2015, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil meraih laba bersih Rp319,80 miliar atau lebih rendah 39,27% dibanding periode serupa tahun sebelumnya. Meski pendapatan perseroan meningkat di kuartal-I 2015, namun pertumbuhan laba perseroan terhambat akibat adanya rugi selisih kurs dan naiknya beban keuangan sehingga beban lain-lain perseroan menjadi tinggi.
Adapun pendapatan yang dibukukan pada kuartal-I 2015 ini naik menjadi Rp827,34 miliar dari periode serupa tahun lalu sebesar Rp781,23 miliar. Beban pokok pendapatan kuartal-I 2015 tercatat sebesar Rp104,22 miliar, sedang di periode serupa tahun lalu tercatat sebesar Rp120,59 miliar. Sementara Llaba kotor kuartal-I 2015 naik menjadi Rp723,12 miliar dari periode serupa tahun sebelumnya Rp660,64 miliar. Laba dari operasi naik menjadi Rp644,26 miliar dari periode serupa tahun lalu Rp593,56 miliar.
Tercatat pula, perseroan alami rugi dari selisih kurs sebesar Rp30,85 miliar dan beban keuangan serta beban lainnya sebesar Rp364,82 miliar. Hal ini membuat perseroan mencatat beban lain-lain sebesar 266,89 miliar. Sehingga laba sebelum pajak kuartal-I 2015 turun menjadi Rp377,36 miliar dari periode serupa tahun lalu Rp640,28 miliar, dan laba per saham dasar turun menjadi Rp67,79 per saham dari periode serupa tahun lalu Rp110,06 per saham. Dari sisi neraca, total aset per Maret 2015 naik tipis menjadi Rp22,63 triliun dari total aset di akhir tahun 2014 sebesar Rp22,03 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (25/5/15) saham TBIG dibuka pada level 9,025 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 9,000 dan bergerak dalam kisaran 8,850 – 9,150 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,2 juta lembar saham.    
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TBIG sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan namun saat ini coba pertahankan momentum rebound, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Hammer berada pada Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
 Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TBIG dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TBIG masih akan dalam potensi menguat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TBIG. Rekomendasai Buy on Weakness pada target support di level Rp8500 dan level support di Rp9500.

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar