Dana Kelolaan Nasabah Prioritas Bertumbuh, Laju Saham BMRI Tertekan ke Level Support


Hingga Maret 2015 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil meningkatkan bisnis segmen prioritas & private dengan dana kelolaan Bank Mandiri pada segmen tersebut mencapai Rp141,6 triliun atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp117 Triliun. Adapun untuk total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri, hingga Maret 2015 mencapai Rp628,7 triliun atau mengalami pertumbuhan mencapai 18,3% bila dibandingkan dengan DPK 2014 lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp531,6 triliun.

Bank Mandiri terus memperkuat jaringan outlet prioritas di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, jumlah outlet Prioritas Bank Mandiri mencapai 55 unit yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selain memperluas jaringan yang tahun ini diharapkan akan bertambah menjadi 62 unit, Bank Mandiri juga menerbitkan kartu debit prioritas dan private yang baru.

Pada kuartal I 2015 mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,1 triliun. Angka ini tumbuh tipis  4,3% bila dibandingkan perolehan laba bersih tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp4,9 triliun. Perolehan laba bersih tersebut di dorong oleh penyaluran kreditnya sepanjang kuartal I 2015 yang mencapai Rp532,8 triliun atau tumbuh 13,3% bila dibandingkan dengan kredit tahun sebelumnya di periode yang sama yakni mencapai Rp470,4 triliun.

Selain itu pertumbuhan kredit yang mencapai 13,3% dan DPK yang tumbuh 18,3%. Total aset Bank Mandiri di kuartal I 2015 juga mengalami pertumbuhan sebesar 19% dari Rp729,5 triliun di kuartal I 2014 menjadi Rp868,3 triliun di kuartal I 2015. BMRI menyatakan bahwa pada 2015 ini pertumbuhan industri perbankan masih mengalami banyak tantangan. Hal ini sejalan kondisi perekonomian nasional saat ini belum menunjukan kepastian.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (28/5/15) saham BMRI ditutup anjlok 1,8% pada level 10,800 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 11,000 dan bergerak dalam kisaran 10,750 – 11,100. dengan volume perdagangan saham mencapai 37,7 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BMRI sejak akhir bulan April terlihat terus mengalami koreksi teknikal imbas fundamental indeks dalam negeri dan saat ini berupaya mendapatkan momentum bangkit. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dengan candlestick membentuk pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BMRI dalam potensi tekanan lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BMRI masih akan dalam laju tertekan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BMRI. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp10700 hingga target resistance di level Rp12500.





Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar