Saham AMRT Terjun Bebas, Kepemilikan AMRT Terdilusi 7 Persen Pasca Private Placement
PT Sumber Alfaria Tbk (AMRT) penerbitan saham baru dalam rangka Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHEMTD) sebanyak 2.910.248.800 dengan harga nominal Rp10 dengan demikian total dana yang diraih mencapai Rp1.542.431.864.000. Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp530 per lembar.
Perseroan akan mencatatkan saham baru ini di BEI pada 5 Juni 2015 dan pengumuman hasil pelaksanaan PMTHMETD dilakukan pada 9 Juni 2015. Dengan begitu kepemilikan pemegang saham akan terdilusi sebesar 7,01 persen. Sebagian saham baru ini akan dikeluarkan kepada PT Sigmantara Alfindo sehingga kepemilikan Sigmantara tetap di atas 50 persen.
Sepanjang tahun 2014, AMRT berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp533,54 miliar atau turun 0,8% dari posisi sebesar Rp538,35 miliar di akhir 2013. Dengan penurunan laba tersebut, laba per saham AMRT juga turut tertekan menjadi Rp14,11 per saham di 2014, dari posisi sebesar Rp14,26 per saham di 2013. Pada pos pendapatan, sebenarnya perseroan mengalami kenaikan 19,71% menjadi Rp41,77 triliun dari posisi sebesar Rp34,89 triliun di 2013.
Akan tetapi kenaikan pendapatan tersebut tertekan oleh kenaikan Beban pokok perseroan yang naik menjadi Rp34,10 triliun di 2014, dari posisi sebesar Rp28,57 triliun di akhir 2013. Beban pajak perseroan menjadi Rp130,63 miliar di 2014, atau naik 21,88% dari posisi sebesar Rp107,18 miliar di tahun 2013. Adapun biaya keuangan menjadi Rp466,49 miliar di akhir 2014, atau naik 61,88% dari posisi sebesar Rp288,16 miliar di akhir 2013. Sehingga membuat laba sebelum pajak naik ke posisi Rp702,95 miliar di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp667,02 miliar di 2013.
Sementara pada pos posisi keuangan, total aset perseroan naik 27,64 persen menjadi Rp13,99 triliun dari posisi sebesar Rp10,96 triliun di akhir 2013. Tahun ini, perseroan tengah agresif mengembangkan bisnisnya dengan memperluas jaringan di kawasan Indonesia Timur.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (28/5/15) saham AMRT ditutup anjlok 5% pada level 570 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 600 dan bergerak dalam kisaran 605 – 605 dengan volume perdagangan saham mencapai 4,800 lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AMRT sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami pergerakan penguatan namun terhadang level resistance dan kali ini bergerak dalam potensi koreksi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Long Legged Doji menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan AMRT dalam potensi tekanan lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AMRT masih akan diuji level support dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AMRT. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp460 hingga target resistance di level Rp650.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar