Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (27/5) indeks tercatat dibuka turun 0.46 persen ke level 5,296.2. Sebanyak 27 saham menguat, 52 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali
Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Konsumer dan Agrikultur yang masing-masing turun sebesar 0.3 dan 0.25 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain BBRI, ASII, TLKM, INDF dan BSDE.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam koreksi menyusul adanya tekanan tajam pada bursa global. IHSG diprediksi terkoreksi tertekan aksi ambil untung setelah pada perdagangan kemarin berhasil mengalami penguatan menembus level 5300, ditengah pelemahan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
Sementara sentimen positif datang dari Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) yang menaikkan outlook rating Indonesia dari Stable menjadi Positive Outlook. Hal ini sekaligus mengafirmasi rating pada BB+. Perbaikan outlook ini mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.100-5.150, dan resisten 5.330 – 5360. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham ITMG, INCO, BSDE dan SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar