Jeda Siang Koreksi IHSG Makin Dalam, Rupiah Masih Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (27/5) IHSG turun sebesar 0.8 persen ke level 5278.31. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 0.97 persen ke level 918.79. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5277.42 dan level tertinggi 5315.50.
Pada perdagangan siang ini tercatat 110 saham menguat, sementara 151 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 4.23 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp3.45 triliun dan transaksi sebanyak 138.867 kali.
Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor Tambang dan Property yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 111% dan 0.62% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah KLBF, TLKM, SIAP, PGAS, PWON, SMRU, LPPF dan GGRM.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam koreksi menyusul adanya tekanan tajam pada bursa global.
IHSG diprediksi terkoreksi tertekan aksi ambil untung setelah pada perdagangan kemarin berhasil mengalami penguatan menembus level 5300, ditengah pelemahan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
Sementara sentimen positif datang dari Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) yang menaikkan outlook rating Indonesia dari Stable menjadi Positive Outlook. Hal ini sekaligus mengafirmasi rating pada BB+. Perbaikan outlook ini mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.100-5.150, dan resisten 5.330 – 5360. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham ASII, INDF, CPIN dan SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar