Bidik Cuan Dari Bisnis Hotel, Laju Saham BEST Diuji Level Support
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), membididik pendapatan maksimal dengan adanya pembangunan Hotel Enso yang akan menambah pendapatan berulang (recurring income) perseroan hingga mencapai sebesar US$4 juta per tahun. Adapun pembangunan hotel tersebut ditargetkan akan selesai pada semester kedua 2016 mendatang dan baru beroperasi di kuartal empat tahun depan.
Perseroan menganggarkan dana sebesar US$20 juta untuk membangun hotel Enso dan perkantoran miliknya. Nantinya dana tersebut sebesar US$10 juta akan dianggarkan untuk pembangunan hotel. Sisanya akan dianggarkan sebesar US$ 10 juta untuk pembangunan perkantoran. Hotel yang berdiri diatas lahan seluas 7.850 meter persegi ini akan memiliki 200 kamar.
Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 2,28 per saham senilai Rp 22 miliar. Dividen tersebut setara dengan 5,6 persen dari laba bersih tahun 2014 yang tercatat Rp 390,96 miliar. Adapun dividen yang diberikan pada tahun ini pay out rasionya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, sisa laba bersih pada tahun lalu akan digunakan sebagai laba ditahan.
Sepanjang tahun 2014, emiten properti tersebut mencatat penurunan pendapatan sebesar 37,02 persen menjadi Rp 839,64 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp 1,33 triliun. Meskipun beban pokok perseroan mengalami penurunan, namun laba bersih perusahaan juga ikut terpangkas. Tercatat hingga Desember 2014, beban pokok pendapatan mencapai Rp 259,74 miliar atau turun 31,74 persen dibandingkan periode sebelumnya Rp 380,53 miliar. Akibatnya, laba bersih perusahaan sepanjang 2014 tergerus cukup dalam hingga 47,42 persen menjadi Rp 390,96 miliar dibandingkan 2013 yang masih mencapai Rp 743,62 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (16/6/15) saham BEST dibuka pada level 375 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 376 dan bergerak dalam kisaran 371 – 380 dengan volume perdagangan saham mencapai 11 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BEST sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami pergerakan koreksi tajam namun saat ini pergerakannya dalam potensi mendapatkan momentum rebound, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jual
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan BEST dalam potensi bergerak terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BEST masih akan mencari momentum rebound dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BEST. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp360 hingga target resistance di level Rp600.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar