Untuk menunjang kinerja tahun ini, PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) bakal menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp800 miliar yang akan digunakan untuk mendirikan pabrik baru perseroan. Sementara dana capex perseroan berasal dari operasional perusahaan dan refinancing yang sedang dijalankan. Untuk porsinya, perseroan belum bisa menjelaskan secara detil.
Adapun dari dana Rp800 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan dua pabrik yang dianggarkan sebesar Rp200 miliar. Pembangunan dua pabrik itu ditargetkan akan selesai pada tahun 2016. Selain itu, sebesar Rp100 miliar untuk penanaman baru, sedangkan sisanya untuk perawatan tanaman yang belum menghasilkan. Total luasan tanah yang tertanam saat ini 150 ha.
Sepanjang tahun 2014, BWPT berhasil mencetak laba bersih Rp189,47 miliar pada 2014 dari tahun sebelumnya yang masih rugi Rp17,06 miliar. Kinerja tersebut ditopang pendapatan usaha hingga 30,2% menjadi Rp2,25 triliun pada akhir tahun lalu dibandingkan dengan periode 2013 yang mencapai Rp1,73 triliun.
Sementara pos beban pokok tercatat sebesar Rp1,63 triliun pada 2014 dari setahun sebelumnya Rp1,32 triliun. Laba kotor yang diraup akhirnya meningkat menjadi Rp629,13 miliar dari Rp428,09 miliar pada 2013. Sementara laba usaha yang diperoleh perseroan mencapai Rp345,35 miliar, lebih tinggi dari setahun sebelumnya Rp156,32 miliar. Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp274,47 miliar dari sebelumnya rugi Rp16,83 miliar.
Adapun pada pos posisi keuangan sampai dengan Desember 2014, total aset BWPT melonjak menjadi Rp16,37 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,02 triliun. Liabilitas sebesar Rp9,43 triliun dari Rp4,78 triliun dan ekuitas Rp6,94 triliun dari Rp2,23 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (26/6/15) saham BWPT dibuka pada level 420 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 418 dan bergerak dalam kisaran 413 – 422 dengan volume perdagangan saham mencapai 25,5 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BWPT sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami tekanan tajam namun saat ini dalam upaya pertahankan tren rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola Inverted Hammer menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BWPT dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BWPT masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BWPT. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp470 hingga target support di level Rp330.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar