PWON Sisihkan 15 Persen Laba Guna Dividen, Laju Sahamnya Kejar Resistence Terdekat


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp4,5 per saham kepada pemegang sahamnya. Adapun besaran dividen yang dibagikan mencapai 15,5 persen dari total laba bersih 2014 yang sebesar Rp2,51 triliun. Sementara itu, dana cadangan dialokasikan Rp1 miliar dan sisa laba guna memperkuat basis pertumbuhan juga akan diinvestasikan.
PWON menunjukkan kinerja keuangan yang kurang begitu baik pada kuartal I-2015. Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, PWON harus puas membukukan laba bersih sebesar Rp 354,21 miliar atau turun 12,38% dari yang sebelumnya Rp 404,27 miliar. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya beban pokok pendapatan sebesar 27,82% menjadi 480,85 miliar dari sebelumnya 347,03 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan tercatat mengalami penurunan sebesar 4,15% menjadi Rp 439,55 miliar dari sebelumnya Rp 457,81 miliar. Adapun pendapatan bersih meningkat 29,33% menjadi 1,16 triliun dari sebelumnya 825,05 miliar. Namun terjadi PWON mengalami kerugian terhadap mata uang asing sebesar Rp 146,63 miliar dimana pada periode sebelumnya perseroan mendapatkan meraih keuntungan terhadap mata uang asing sebesar Rp32,76 miliar. Hal tersebut disebabkan oleh mata uang rupiah yang sedang mengalami tekanan dari tren penguatan nilai tukar dolar sehingga laba bersih perseroan menjadi tergerus.
Sebelumnya juga diberitakan PWON berhasil mencetak marketing sales sebesar Rp1,2 triliun, dari target sepanjang tahun sebesar Rp3,3 triliun. Dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya, PWON mencatatkan pertumbuhan perolehan marketing sales hingga 105%. Total aset PWON hingga Maret 2015 mencapai Rp 17,61 triliun, naik 4,77% dari sebelumnya Rp 16,77 triliun. Di sisi lain ROA dan ROE PWON pada kuartal I-2015 mengalami penurunan dibanding kuartal yang sama pada tahun sebelumnya dimana ROA hingga Maret 2015 mencapai 2,49% dari yang sebelumnya 2,72% dan ROE hingga Maret 2015 mencapai 5,08% dari sebelumnya 5,56%. Ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan kuartal pertama PWON tahun ini tidak sebaik kuartal yang sama pada tahun lalu.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (26/6/15) saham PWON dibuka pada level 441 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 441 dan bergerak dalam kisaran 439 – 447 dengan volume perdagangan saham mencapai 9,1 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PWON mengalami gerakan yang fluktuatif sejak awal tahun namun kemarin saham PWON anjlok akibat aksi profit taking. Indikator Stochastic menunjukkan pergerakan berada di area jenuh jual sedangkan indikator Average Directional Movement menunjukkan garis –DI yang berada di atas +DI serta garis ADX yang mendatar menggambarkan bahwa tren saham PWON berpotensi melemah secara terbatas. Dengan kondisi teknikalnya, PWON diperkirakan melemah terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan PWON. Rekomendasi trading hingga akhir hari ini berada pada target support di level 420 hingga resistence di level 474.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar