Dapatkan Dana Segar Pinjaman Sindikasi, TELE Diuji Support Terdekat


PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) meraih pinjaman sindikasi sebesar Rp2,5 triliun dari Stanchard cabang Jakarta, Bank CIMB Niaga, dan Bank Central Asia. Adapun pinjaman tersebut terdiri dari rupiah sebesar Rp1,87 triliun dan dalam dolar US$47 juta atau setara dengan Rp626 miliar. Penandatanganan fasilitas pinjaman telah dilakukan pada 17 Juni 2015. Tiphone akan menggunakan pinjaman ini untuk melunasi utang jangka pendek.
Sepanjang tahun 2014, TELE berhasil membukukan laba bersih menjadi Rp304,87 miliar atau alami pertumbuhan jika dibandingkan laba bersih periode tahun sebelumnya yang Rp294,90 miliar. Kinerja laba tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang naik menjadi Rp14,58 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp10,48 triliun dan beban pokok naik menjadi Rp13,77 triliun dibandingkan beban pokok tahun sebelumnya Rp9,85 triliun.
Sementara Laba kotor naik jadi Rp819,16 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp628,48 miliar dan laba usaha naik jadiRp532,65 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp448,45 miliar. Laba sebelum pajak naik jadi Rp411,91 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp393,43 miliar. Adapun pada pos posisi keuangan Total aset TELE per Desember 2014 mencapai Rp5,01 triliun, naik dari total aset per Desember 2013 yang sebesar Rp3,45 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (22/6/15) saham TELE dibuka pada level 990 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 990 dan bergerak dalam kisaran 970 – 990. dengan volume perdagangan saham mencapai 1,59 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TELE sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami pelemahan tajam namun saat ini dalam upaya pertahankan tren positif. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TELE dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TELE masih akan mengejar level resistance dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TELE. Rekomendasai Maintained Buy pada target level resistance di level Rp1030 hingga target support di level Rp920.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar