Dapatkan Kucuran Dana Refinancing, SSMS Cari Tumpuan Bangkit


PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mendapatkan pinjaman sebesar US$110 juta yang akan digunakan untuk refinancing utang perseroan sebelumnya. Adpun utang baru tersebut diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sekitar US$60 juta, dan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sekitar US$50 juta. Pinjaman tersebut sekaligus digunakan untuk refinancing pinjaman SSMS yakni sebesar Rp1,3 triliun kepada Bank Mandiri, dan US$55 juta kepada LPEI.
Sementara suku bunga yang diperoleh perseroan menjadi lebih kompetitif, di mana pinjaman dalam rupiah sebesar 10,5%, dan dalam dolar sebesar LIBOR + 6%. Adapun tenor pinjaman tersebut selama lima tahun. Secara rata-rata suku bunga yang diperoleh menjadi lebih rendah, dari 11% menjadi 8,5%.
Hingga Kuartal I 2015, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berhasil mencatatkan kenaikan laba sebesar 40,91 persen menjadi Rp273,19 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp193,87 miliar. Raihan kinerja tersebut ditopang oleh penjualan yang naik menjadi Rp688,31 miliar dari penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp603,17 miliar dan laba bruto naik jadi Rp374,19 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp341,52 miliar.
Sementara laba usaha diraih Rp312,31 miliar naik dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp276,71 miliar. Laba sebelum pajak naik jadi Rp303,60 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp258,77 miliar. Adapun pada posisi neraca, jumlah aset per Maret 2015 mencapai Rp5,88 triliun turun dari jumlah aset per Desember 2014 yang sebesar Rp6,77 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (22/6/15) saham SSMS dibuka pada level 1,805 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,805 dan bergerak dalam kisaran 1,795 – 1,815 dengan volume perdagangan saham mencapai 39,4 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SSMS sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan SSMS dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SSMS masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SSMS. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1700 hingga target resistance di level Rp2150.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar