Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (15/6) indeks tercatat dibuka turun 0.37 persen ke level 4,917.62. Sebanyak 27 saham menguat, 52 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali
Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Agrikultur dan Properti yang masing-masing turun sebesar 0.79 dan 0.35 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain PGAS, TARA, BBNI, LPKR, TLKM dan ASII..
Analyst Vibiz Research Center memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan terbatas ditengah pelemahan pada bursa global, serta sentimen dari respon investor terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia pada awal pekan ini,
Disisi lain, Bursa Saham Wall Street dini hari tadi ditutup mengalami pelemahan, ditengah fokus investor pada perkembangan ketidakpastian kesepakatan pembayaran utang Yunani. Selain itu Wall Street menanti hasil rapat The Fed pada pekan ini.
Disisi lain dollar AS akan kembali melaju menyusul perundingan Yunani yang belum menemukan titik temu sehingga memicu Badan Moneter Internasional (IMF) untuk walkout dari pertemuan. IMF mengatakan, tim negosiasi dengan Yunani sudah meninggalkan Brussels setelah gagal menemukan kata sepakat mengenai dana bailout untuk menghindari gagal bayar (default).
IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4800-4.850, dan resisten 5.050 – 5100. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham CPIN, INCO, BSDE, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar