Jasa Marga Caplok Dua Operator Jalan Tol, Laju Saham JSMR Diuji Support Terdekat


PT Jasa Marga Tbk (JSMR) resmi mengakuisisi saham milik PT Thiess Contractors Indonesia, dan milik PT Ferino Putra (FP) pada PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) dan PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) dengan telah menandatangani Akta Jual Beli pada 10 Juni 2015. Adapun SNJ merupakan pemegang konsensi jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi (90,10 km), sedangkan NKJ merupakan pemegang konsensi jalan tol Ngawi-Kertosono (87,02 km).

Secara rinci disebutkan Jasa Marga mengambil 10.798.650 saham SNJ yang dimiliki Thiess dengan harga Rp237.718.500.000 dan 568.349 saham SNJ dalam FP senilai Rp12.511.500.000. Dengan pembelian saham SNJ, maka jumlah saham Jasa Marga pada SNJ menjadi 11.366.999 saham atau sekitar 60 persen dari seluruh saham SNJ.

Sementara Jasa Marga mengambil 2.064.955 saham NKJ milik Thiess dengan harga Rp12.511.500.000, dan 108.681 saham NJK milik FP dengan harga Rp658.500.000, dengan demikian Jasa Marga menguasai 2.173.636 saham NKJ atau 60 persen.

Hingga kuartal I-2015, JSMR mencatat laba Rp329,50 miliar atau turun 12% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp376,05 miliar. Sementara itu untuk laba per saham di kuartal I-2015 turun menjadi Rp48,46 per saham, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 55,3 per saham. Adapun penurunan laba terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan usaha Jasa Marga yang pada kuartal I-2015 baru mencapai Rp 1,97 triliun atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,08 triliun.

Sementara untuk beban usaha di kuartal I-2015 turun menjadi Rp1,21 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun. Dengan kondisi tersebut, perseroan masih dapat mencatat laba usaha sebesar Rp761,95 miliar, naik tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp761,73 miliar. Namun biaya keuangan yang naik menjadi Rp330,13 miliar dari Rp263,49 miliar di periode yang sama tahun lalu, membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp430,39 miliar dari Rp496,79 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (12/6/15) saham JSMR dibuka pada level 6,300 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 6,325 dan bergerak dalam kisaran 6,250 – 6,400 dengan volume perdagangan saham mencapai 2,04 juta lembar saham.                  

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham JSMR sejak awal bulan Desember terlihat terus mengalami penguatan dan sempat bergerak menyentuh level resistance namun saat ini pergerakannya dalam potensi koreksi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola hammer menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan JSMR dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju JSMR masih akan dalam pergerakan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan JSMR. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp5950 hingga target resistance di level Rp7150.



Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar