PTBA Segera Garap Perusahaan Asal Australia, Laju Sahamnya Jaga Momentum Rebound
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. segera merampungkan rencana akuisisi saham perusahaan asal Australia, Ignite Resources Energy Limited. Adapun perseroan memutuskan untuk mengakuisisi 20%-30% saham Ignite Resources dengan alokasi dana senilai US$30 juta. Dana dari kas internal itu akan digunakan untuk pembelian saham tahap awal.
PTBA tengah berupayamemenuhi perjanjian jual beli saham yang telah diteken oleh kedua belah pihak. Dalam conditional sale and purchase agreement (CSPA) tersebut, masih terdapat klausul yang harus dipenuhi termasuk eksekutor akuisisi. Sejumlah klausul yang dibahas antara lain terkait teknologi konversi batu bara kalori rendah menjadi minyak minyak mentah dan batu bara kalori tinggi, dan teknologi catalytic hydrothermal reactor, yang nantinya dapat disewakan kepada perusahaan batu bara lain di Indonesia.
PTBA juga tengah membahas cadangan sumber daya batu bara milik Ignite Resources di Victoria Australia yang mencapai 16 miliar ton. Sumber daya batu bara tersebut rencananya akan digunakan untuk pemenuhan pasar Australia. Saat ini, total sumber daya yang dimiliki PTBA mencapai 7,2 miliar ton di Tanah Air. Akusisi Ignite dipastikan akan menambah jumlah sumber daya batu bara perseroan secara konsolidasi.
Hingga Kuartal I 2015, PTBA mengalami penurunan kinerja dengan mencetakan laba bersih hanya sebesar Rp340,33 miliar atau lebih rendah 36,5% dari tahun sebelumnya Rp536,3 miliar. Padahal, PTBA berhasil mengantongi penjualan sepanjang periode Januari-Maret 2015 sebesar Rp3,27 triliun atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,09 triliun. Namun, beban pokok penjualan juga terkerek menjadi Rp2,5 triliun dari Rp2,09 triliun sehingga laba kotor yang diraup Bukit Asam tertekan menjadi Rp770,93 miliar dari sebelumnya Rp997,85 miliar.
Laba usaha juga alami tekanan dengan turun menjadi Rp359,18 miliar dari Rp628,72 miliar. Laba sebelum pajak dibukukan sebesar Rp462,33 miliar dari Rp731,13 miliar. Sehingga, laba periode berjalan mencapai Rp340,38 miliar dari Rp541,69 miliar. Sementara untuk posisi neraca, per Maret 2015 total aset Bukit Asam mencapai Rp15,31 triliun dari akhir tahun lalu Rp14,81 triliun. Liabilitas Rp6,99 triliun dari Rp6,14 triliun dan ekuitas Rp8,32 triliun dari Rp8,67 triliun. Saat ini, pemegang saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. masih digenggam mayoritas oleh pemerintah sebesar 65,02%. Sedangkan, sebanyak 34,98% saham PTBA dimiliki oleh publik.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (12/6/15) saham PTBA dibuka pada level 9,225 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 9,100 dan bergerak dalam kisaran 9,125 – 9,300 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,1 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTBA sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan dan menyentuh level terendahnya namun saat ini dalam upaya mencari tumpuan rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola Black Marubozu menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan PTBA dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PTBA masih akan dalam rebound terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PTBA. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp9000 hingga target support di level Rp10600.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar