Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini (17/6) alami penguatan sebesar 1.5 persen ke posisi 4,945.75. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup menguat 1.90 persen ke level 850.18. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,894.64 dan level tertinggi 4,955.57.
Adapun perdagangan hari ini sebanyak 217 saham menguat, 90 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Perdagangan hari ini ditutup dengan volume transaksi perdagangan yang tercatat sebanyak 4.98 miliar lembar saham dengan nilai sebesar Rp4.78 triliun. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 241.914 kali.
Secara sektoral, tercatat 8 sektor menguat dipimpin oleh sektor properti dan keuangan yang naik masing-masing sebesar 2.69% dan 2.77%. Adapun emiten yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan hari ini adalah BWPT, BBRI, BMRI, BBNI, ASII dan UNTR. Pada hari ini investor asing mencetak aksi net sell sebesar Rp402 miliar.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rebound terbatas ditengah penguatan pada bursa global yang tengah menanti hasil rapat The Fed AS yang akan membahas tentang perkembangan kebijakan moneternya. Global juga tengah fokus pada perkembangan ketidakpastian kesepakatan pembayaran utang Yunani.
Disisi lain dollar AS akan kembali melaju menyusul perundingan Yunani yang belum menemukan titik temu sehingga memicu Badan Moneter Internasional (IMF) untuk walkout dari pertemuan. IMF mengatakan, tim negosiasi dengan Yunani sudah meninggalkan Brussels setelah gagal menemukan kata sepakat mengenai dana bailout untuk menghindari gagal bayar (default).
Sementara sentimen lokal datang datang respon investor terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Mei 2015 mencetak surplus US$ 950 juta, terdiri dari ekspor sebesar US$ 12,56 miliar dan impor sebesar US$ 11,61 miliar. Secara kumulatif Januari-Mei 2015, neraca perdagangan RI mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 3,75 miliar, terdiri dari total ekspor sebesar US$ 64,72 miliar dan impor senilai US$ 60,97 miliar. Selain data makro, IHSG juga tengah menanti data suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan dirilis hari Kamis.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar